
METRO (Matarajawali.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar audiensi bersama Aliansi Petani Menggugat guna membahas solusi atas gagal panen yang dialami petani akibat dampak proyek Bendungan Marga Tiga.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa bentuk penanganan jangka pendek bagi para petani yang terdampak. Pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan, antara lain bantuan benih dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), paket bantuan barang senilai Rp650 ribu, serta fasilitasi polis asuransi pertanian.
Meski menyambut baik bantuan kemanusiaan tersebut, pihak petani menegaskan bahwa langkah ini belum menyelesaikan akar permasalahan yang sesungguhnya. Pasalnya, tuntutan utama para petani sejak awal adalah solusi permanen berupa pembebasan lahan yang terdampak proyek.
Kuasa Hukum yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDIP Tommy Gunawan, mengapresiasi respons cepat pemerintah sebagai bentuk kepedulian awal. Namun, ia mengingatkan agar langkah ini tidak dianggap sebagai penyelesaian akhir dari konflik lahan tersebut. Menurutnya, pemberian benih dan asuransi belum menjawab kepastian mata pencaharian petani di lahan yang ekosistemnya telah berubah akibat bendungan.
Pihak petani berharap Pemkot Metro bersama BBWS tetap berkomitmen melanjutkan pembahasan terkait ganti rugi dan pembebasan lahan secara permanen. Jika solusi jangka panjang tidak segera direalisasikan, aliansi menyatakan tidak menutup kemungkinan akan kembali melakukan koordinasi dan menyampaikan aspirasi dengan massa yang lebih besar guna menuntut keadilan yang menyeluruh. (ADV)






