Arogan, Lurah Hatim Diduga Ancam Laporkan Pamong

Foto: Lurah Pilihan Walikota Dikabarkan di Surati Paguyuban Pamong Diminta Mundur dari Jabatan. (Ist)

Metro (matarajawali.id)- Ketegangan internal di lingkungan Kelurahan setempat makin memanas setelah sejumlah pamong, baik RT maupun RW, mengaku mendapat ancaman melalui orang tidak dikenal yang mengatasnamakan Lurah Hadimulyo Timur. Menurut keterangan para pamong, ancaman tersebut berupa pernyataan akan melaporkan para pamong ke rana hukum jika tidak meminta maaf dalam waktu dekat.

Sejumlah pamong menyebut gaya komunikasi Lurah Hatim dinilai arogan dan tidak mencerminkan pembinaan yang semestinya dilakukan kepada perangkat wilayah. Mereka mengaku kaget ketika adanya orang tidak dikenal menyampaikan ancaman akan melaporkan para pamong ke rana hukum.

“Kami hanya menyampaikan aspirasi. Tapi tiba-tiba kami diancam akan dibawa ke proses hukum,” ujar sejumlah pamong yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pamong lain juga menegaskan hal serupa. Menurutnya, ancaman tersebut membuat suasana kerja menjadi tidak kondusif dan menimbulkan keresahan di tingkat bawah.

“Kami ini pamong, tugas kami melayani warga. Bukan musuh lurah. Jika ada perbedaan pendapat, mestinya dibicarakan baik-baik, bukan diancam dan di takuti, ” Paparnya

Sementara Lurah Hadimulyo Timur di datangi di kantor dengan media matarajawali tidak berada di tempat dan informasinya yang didapatkan lurah sedang rapat di Pemkot.

Sementara ditempat terpisah Camat Metro pusat Santi Dewi tak menanggapi hal tersebut dikarenakan masih sibuk di Yosomolyo bersama Lurah dan pamong-pamongnya.

“Sebentar aku lagi di Yosomulyo sama lurah dan pamong, ” Singkatnya melalui pesan singkat. (ars)

BAGIKAN