Wakil Wali Kota Metro Tinjau Pembangunan Drainase di Jl.Natuna Hadimulyo Barat

Metro (Matarajawali.id)- Wakil Wali Kota Metro Muhammad Rafieq Adi Pradana tinjau pelaksanaan pembangunan saluran drainase yang ada di Jl.Natuna Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Kamis (30/10/2025).

Wakil Wali Kota Metro Muhammad Rafieq Adi Pradana menyampaikan bahwa peninjauan yang dilakukannya tersebut hanya untuk memastikan apakah pelaksanaanya sudah berjalan atau tidak. Saya meninjau ini bukan melihat pembangunannya sudah sesuai atau tidak. Kalau untuk memastikan sudah sesuai pelaksanaannya atau tidak, besok kita akan turunkan dinas terkait yang memang membidangi. Nanti kita akan suruh dinas terkait bersama Inspektorat untuk turun kelapangan melakukan pengecekan. Merekalah yang paham, apakah sudah sesuai atau tidak dalam pelaksanaan pembangunannya.

Untuk hari ini ada dua titik lokasi pekerjaan yang kita lihat. Memang dari peninjauan yang kita lakukan tidak ada kita temukan papan proyeknya. Seharusnya papan proyek harus ada di setiap pekerjaan yang ada. Kalau plang proyeknya ada maka masyarakat tau tentang besaran dana serta jenis proyeknya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelum Wakil Wali Kota Metro Muhammad Rafieq Adi Pradana meninjau proyek ini, beberapa media telah memberitakan pelaksanaan proyek pembangunan drainase ini , termasuk media Matarajawali.id.

Dimana diberitakan sebelumnya, Lemahnya pengawasan lapangan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang ada di Kota Metro menjadi salah satu pemicu buruknya kualitas pekerjaan proyek yang ada di Kota Metro.

Dengan kurangnya pengawasan, baik dari pihak konsultan pengawas atau instansi terkait membuat para pelaksana proyek bekerja sesuka hati tanpa mengedepankan mutu dan kualitas pekerjaan.

Salah satu pekerjaan yang terkesan asal jadi, yaitu proyek pembangunan saluran drainase yang ada di Jl.Natuna Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro.
Pelaksanaan proyek pembangunan saluran drainase yang didanai dari APBD Kota Metro Tahun 2025 tersebut jauh dari kata baik dalam pelaksanaannya.

Selain terkesan asal jadi, dilokasi pekerjaan juga tidak ada ditemukan plang proyek. Kemudian dari pasangan batu terlihat jelas kurangnya adukan semen, sehingga banyak rongga atau berlubang diantara pasangan batu, hal itu ditemukan saat awak Media Matarajawali.id turun ke lokasi, Senin (27/10/2025).

Selain proyek pembangunan drainase yang terkesan asal jadi, ada juga dugaan material bekas bongkaran dipakai kembali. Kemudian untuk menutup pasangan yang berlubang, para tukang hanya menempelkan adukan semen dari sisi luar.

Saat diwawancarai, Yuli selaku Mandor pekerjaan tersebut menyampaikan, bahwa pekerjaan drainase yang dikerjakan tersebut adalah milik Herman. Kalau panjang pekerjaan drainase ini ada sekitar 300 meter. Kalau nilai pekerjaannya saya kurang paham berapa, kami hanya pekerja saja om.

Kalau terkait material bekas yang dipakai kembali, itu tidak ada masalah. Kita diperbolehkan untuk memakai material bongkaran drainase yang lama,” ungkapnya. (ADV)

BAGIKAN