Metro (matarajawali.id)- Keluhan warga terkait kondisi infrastruktur di Kota Metro kembali mencuat. Sejumlah masyarakat mengeluhkan lambannya respons Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) terhadap kerusakan jalan dan fasilitas umum. Kamis (14/08/2025).
Seperti yang terjadi di beberapa titik rumah padat penduduk di Jalan Poksai 4 RT18 Rw 4 Hadimulyo Barat Kecamata Metro Pusat dan bukan hanya itu saja perbaikan infrastruktur jalan WR. Supratman yang ada di kecamatan Metro Utara Kelurahan Karang Rejo yang sudah di janjikan akan adanya perbaikan tak kunjung dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Metro.
Dijeskan Warga Metro Pusat Erdianto Kondisi jalan berlubang di pemukimanan padat peduduk ini sangat membahayakan. Dikhawatir ada anak-anak atau pengendara motor yang terperosok. Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah.
Sementara itu ditempat yang lain Warga Karang Rejo M.UC menjelaskan, Sudah sering disampaikan ke pihak Pemerintahan bahkan langsung beberapa waktu lalu disampaikan di gedung DPRD Kota Metro, untuk meyakinan warga Kelurahan Karang Rejo Pihak Pemerintah juga membuat surat peryataan yang intinya dalam surat pihak Dinas PUTR akan melakukan pembangunan infrastruktur di Tahun 2025 yang langsung di tandatangi oleh Wakil Walikota Rafieg Adi Pradana.

“Sampai hari ini masih sama seperti yang lalu, baik itu jalan, drainase dan pengelolaan sampah belum ada perubahan, ” ujar Warga Metro Utara M. UC
Sikap terkesan lamban ini memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai, sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab atas pembangunan dan perbaikan infrastruktur, Dinas PU seharusnya bergerak cepat, apalagi bila menyangkut keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Metro Ardha, saat dikonfirmasi awak media, belum memberikan tanggapan. Pesan singkat dan yang dilayangkan wartawan belum mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kota Metro untuk menindaklanjuti keluhan warga, agar masalah kerusakan infrastruktur tidak terus berlarut-larut. (ars)







