Lampung Timur (Matarajawali.id)- Sudah beberapa kali diusulkan melalui proposal hingga saat Musrenbang terkait pembangunan jembatan penghubung antara Desa Labuhan Maringgai dengan Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai, namun tak kunjung ada realisasi.
Akhirnya masyarakat harus melakukan penggalangan donasi untuk memperbaiki jembatan peninggalan jaman Jepang tersebut.
BPD Sriminosari Kasiman sekaligus koordinator pembangunan mengungkapkan, hari ini kami bersama pak Babinsa Koramil 429-10/Labuhan Maringgai Kodim 0429/Lamtim Serda Suyitno, Kapolsek Labuhan Maringgai Kompol Zulkarnain, S.H.,M.H, Bhabinkamtibmas Bripka Gede Robin, Kades Sriminosari Siswanto beserta perangkat, perwakilan PT. PGN Labuhan Maringgai Supriyanto, tokoh masyarakat, agama dan tokoh pemuda serta warga masyarakat Desa Sriminosari dan Labuhan Maringgai melakukan gotong royong pembangunan jembatan penghubung antara Desa Labuhan Maringgai dengan Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai, Minggu (27/7/2025).
Dimulainya pengerjaan pembangunan jembatan ini tidak terlepas dari peran para donatur serta warga masyarakat.
“Alhamdulilah hari ini kita mulai pembangunan jembatan penghubung antar Desa/Dusun. Hanya beberapa hari galang donasi, para warga antusias dan rela menyumbang material untuk membangun jembatan yang lebih permanen,” kata Kasiman.
Ia mengaku penggalangan donasi dilakukan mengingat telah beberapa kali mengusulkan melalui proposal hingga Musrenbang terkait pembangunan jembatan warisan jaman Jepang tersebut hingga saat ini belum terealisasi.
“Jembatan ini akses menuju dua desa, dan telah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan. Setiap tahun kita swadaya membangun jembatan ini hanya memakai pohon kelapa. Maka itu kami inisiatif menggalang donasi untuk membangun jembatan penghubung agar lebih permanen sehingga layak untuk dilalui warga masyarakat”, terangnya.
Terpisah, Danramil 429-10/Labuhan Maringgai Kapten Inf Heriyadi Gustian mengapresiasi peran aktif Babinsa selalu monitor dan hadir dalam setiap kegiatan positif diwilayah binaan salah satunya dalam kegiatan gotong-royong pembangunan jembatan penghubung antara dua desa.
“Kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan di wilayah merupakan wujud nyata komitmen memperkuat sinergi antara TNI dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam rangka Kemanunggalan TNI-Rakyat,” jelas Danramil.
Lanjut Danramil, peran aktif Babinsa sebagai aparat kewilayahan juga sebagai bentuk motivasi dan kepedulian untuk selalu siap mendukung dan mengawal setiap program pembangunan.
“Keamanan dan stabilitas wilayah juga menjadi hal utama yang akan terus dijaga guna mendukung pemerintah daerah dalam bidang pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.(*).







