Metro (matarajawali.id)- Sebuah kasus menyedihkan terjadi di Kota Metro, Lampung, di mana seorang kakak beradik terpaksa putus sekolah karena alasan ekonomi. Keduanya kini menghadapi masa depan yang tidak pasti setelah tidak mampu membayar uang komite sekolah. Kamis (15/05/2025).
Kedua kakak beradik tersebut berasal dari keluarga kurang mampu. Orang tua mereka bekerja sebagai buruh cuci dan ayahnya memiliki penghasilan tidak stabil. Akibatnya, keluarga tersebut kesulitan membiayai pendidikan anak-anaknya di Sekolah Menengah Atas.
Yuniati Agustina, orang tua kedua anak tersebut, mengaku bahwa anaknya putus sekolah karena himpitan ekonomi. Awalnya, anak-anaknya bersekolah normal, namun karena biaya komite yang tidak mampu dibayar, mereka terpaksa berhenti sekolah.
Kedua kakak beradik tersebut sudah tidak bersekolah selama satu tahun dan kini bekerja sebagai buruh cuci piring di salah satu kafe di Kota Metro.
Upaya Komunikasi dengan Sekolah
Yuniati Agustina mengaku telah berkomunikasi dengan pihak sekolah, namun tidak menemukan titik temu. Bahkan, sekolah meminta anaknya untuk menjual bubur dari pagi hingga malam, yang tidak diinginkan oleh orang tua tersebut.
Yuniati Agustina berharap anak-anaknya dapat kembali bersekolah dan memiliki pekerjaan yang layak di masa depan. Namun, dengan keadaan ekonomi keluarga yang terbatas, dirinya tidak sanggup membayar uang komite sekolah.
Bukan hanya adiknya saja kakak pertama yang sudah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Metro tidak bisa menebus Ijasah masih menugak pembayaran komite.
” Karna masih ada tugakan pembayaran komite di sekolah ijazah anak saya yang pertama ditahan oleh pihak sekolah, ” Pungkasnya (ars)







