LSM MAJAS Akan Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Bos di SDN 2 DWT Jaya Tuba

Foto: LSM MAJAS Akan Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Bos di SDN 2 DWT Jaya Tuba. (Rudi)

Tulang Bawang (Matarajawali.id)– Ketua LSM Maju Adil Jagad Aman Sentosa (MAJAS) Tulang Bawang, Urip Andika, menyorot penggunaan dana BOS Tahun 2022 di SD Negeri 2 Dwi Warga Tunggal Jaya (DWT Jaya), Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Dia menilai, realisasi dana BOS Tahun 2022 tidak sebanding dengan output yang dihasilkan.

Dikatakan Urip Andika, kita bisa dilihat di Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), ada pos penggunaan dana BOS Tahun 2022 cukup fantastis, yang mencapai seratus juta lebih. Namun fakta setelah dicek dilapangan jauh dari yang diangarkan.

Dana BOS untuk pengembangan perpustakaan yang sebesar Rp. 94.916.300. Tapi kondisi perpustakaan dimaksud kurang terawat. Bangunan perpustakaan terlihat tidak ada renovasi signifikan, dan koleksi buku yang tersedia tidak terlalu banyak.

“Seharusnya dengan anggaran hampir seratus juta rupiah, ada penambahan koleksi buku bacaan yang cukup banyak,” tandasnya, ketika ditemui dikediamannya, Selasa (18/07/2023).

Lanjut Urip, realisasi dana BOS Tahun 2022 untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp. 101.601.100. Tapi secara kasat mata, kondisi bangunan sekolah masih memprihatinkan. Terdapat sejumlah kerusakan seperti kaca pecah, jendela tidak ada kaca, dan plafon yang rusak.

“Memang seperti ada cat baru di beberapa sisi bangunan. Tapi jika hanya mengecat bangunan itu, anggaran senilai seratus juta lebih itu over budget,” ujarnya.

Urip Andika menduga, anggaran dana BOS di SD Negeri 2 DWT Jaya dipergunakan dengan tidak semestinya. Dia meyakinkan, akan melaporkan temuannya kepada instansi terkait, agar persoalan ini terang benderang.

“Ini ada dugaan mark up anggaran, maka dari itu dalam hal ini, dalam waktu dekat kami akan laporkan kepada penegak hukum (APH) agar persoalan ini segera ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Menidaklanjuti dugaan tersebut, media ini langsung konfirmasi kepada kepala SD Negeri 2 Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Farida, terkait dengan dugaan mark up tersebut. Dia mengatakan, bahwa pihaknya sudah diperiksa oleh pihaak inspektorat, tidak ada masalah karena sudah sesuai dengan Juknisnya,

“Saya minta kepada anda surat tugasnya, dengan ini saya sampaikan untuk perawatan saya sudah lakukan pengecatan, dan saya siap kumpulkan semua guru, tentang kinerja saya di sekolah ini,” tuturnya, saan ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. (Rudi)

BAGIKAN