PPM Minta Polres Langkat Amankan  Oknum Pegawai Honorer Diduga Lecehkan Siswi PKL 

Foto: Ilustrasi

Langkat (Matarajawali.id)–Dugaan kasus pelecehan seorang siswi sekolah yang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kantor dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang dilakukan salah satu pegawai statusnya masih honorer (non-ASN) berinisial M hingga kini masih bebas berkeliaran. Kamis (23/2/2023)

Pelecehan yang dilakukan oknum honorer tersebut kepada siswi saat menjalani praktek kerja lapangan pada jumat 13 januari 2023 bertepatan kabupaten langkat lagi mempersiapkan Hari ulang tahun langkat ke- 273 yang puncaknya 17 januari 2023.

Dari informasi yang berhasil dihimpun kasus pelecehan tersebut sudah dilaporkan ke polres langkat dengan nomor LP/B/41/I/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT tanggal 28 januari 2023

Namun anehnya hingga kini kasus oknum pegawai honorer masih bebas berkeliaran dan bahkan jajaran dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Langkat berupaya menutupi dan membela perbuatan oknum pelecehan.

Dari informasi yang beredar jika jajaran dinas yang bertugas melindungi anak malah berupa sepakat mengelak dengan menyalahkan siswi dan berupaya melobi pihak korban dengan mendatangi kesekolah dan tidak menemukan titik temu dan bahkan hingga dua kali ke rumah korban namun tidak berhasil bertemu pihak korban.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perempuan, Perlindungan Anak Sadikun saat di konfirmasi wartawan via whatsapp seluler mengatakan “jika kasus pelecehan anak masih dalam proses lidik polres langkat dan nampak-nampaknya laporan pelecehan tersebut tidaklah benar”. Ujarnya singkat

Ditempat terpisah wakil ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Langkat Adhla Yessa saat diminta tanggapannya kepada sejumlah wartawan mengatakan ” Tindakan oknum pegawai honorer tersebut seharusnya melindungi anak bukannya ngotori dinas pelindungan anak dengan melakukan perbuatan pelecehan yang bahkan dilakukan di kantor dinas sendiri terhadap anak sekolah yang melakukan Praktek Kerja Lapangan”.

“Saya tegaskan sangat mengutuk dan meminta Polres langkat segera menangkap dan memproses perbuatan pelecehan itu dan ditegaskan pula kepada kepala dinas segera menindak bawahannya, karena sangat disayangkan hingga saat ini kepala dinas bukannya menindak bawahannya namun malahan membela sekaan -akan menutupi. Untuk itu rencananya dalam waktu dekat ini kami akan melakukan demo agar kasus pelecehan segera di proses dan kepala dinas jajaran tersebut dicopot”. ujarnya (Rtar)