Jembatan di Desa Blinteng Sei Bingai Langkat Jadi Sorotan

Foto: Jembatan di Desa Blinteng Sei Bingai Langkat Jadi Sorotan. (Rtr)

Langkat (matarajawali.id)- Desa Belinteng Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara hingga kini terus menjadi sorotan. Kamis (20/10/2020)

Hal tersebut terkait adanya jembatan yang mengunakan matrial dari bambu sumbangan warga agar selama ini tetap bisa dilalui karna menjadi penghubung Dusun Buah raja Desa Belinteng menuju Desa Tanjung gunung yang merupakan akses anak sekolah dan masyarakat butuh perhatian pemerintah.

Bahkan adanya jembatan di dusun lau serden yang sudah setahun dikerjakan CV. Lubuk Mas melalui Dinas Pekerjaan umum bina marga kabupaten Langkat yang bersumber dari dana APBD langkat tahun 2021 lalu dan menghabiskan anggaran Rp. 860 juta hingga kini belum bisa dilalui kenderaan roda tiga dan empat.

Anehnya lagi, walau menghabiskan anggaran yang cukup besar kenyataannya jembatan tersebut hanya menjadi pajangan dan diduga adanya permainan antara pihak kontraktor dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Langkat semasa dijabat Sujarno yang kini menjabat Plt Kadis Perumahan dan pemukiman langkat.

Padahal jembatan tersebut penghubung dusun lau serden menuju dusun tanjung merawa yang sekaligus menghubungkan desa belinteng ke desa rumah galoh dan desa telagah kecamatan sei bingai.

Namun kenyataannya belum bisa dilalui untuk mengangkut hasil pertanian dengan kenderaan roda tiga dan roda empat. jikapun harus menyeberang harus melalui jalan di samping jembatan menerobos genangan air itupun hanya bisa dilalui jika air anak sungai tersebut sedang dangkal.

Ketua Investigasi LP-TIPIKOR Suwandi mengomentari adanya jembatan di desa Blinteng yang sudah setahun namun hanya menjadi pajangan langsung angkat bicara kepada sejumlah wartawan. Suwandi mengatakan jika anggaran yang dihabiskan APBD langkat sebesar Rp. 860 juta pada tahun 2021 tersebut bukanlah dana yang sedikit. namun jika sampai saat ini tidak bisa dilalui kenderaan roda tiga dan empat sangat aneh kenapa kadis PURP Langkat terkesan tutup mata.

Diharapkan aparat pemegak hukum harus melakukan pemeriksaan kepada oknum-oknum yang terlibat hingga jembatan tersebut hanya menjadi pajangan hingga saat ini. Ujarnya menutup komentar (Rtar)