Ritel Modern Semakin Melejit, Ritel Kecil Menjerit

0
31
Foto: Salah satu Toko Ritel yang berdekatan dengan ritel kecil di wilayah Kota Metro. (Ar)

Metro (matarajawali.id)- Seorang warga Kota Metro, pemilik salah satu warung kelontongan yang berada di sekitar Alfamart-Indomaret mengaku kehilangan minat pembeli, hal itu diduga lantaran jarak ritel modern tersebut yang terlalu berdekatan dengan warungnya.

Pasalnya, sejak berdirinya Alfamart-Indomaret berjarak sekitar 70 meter dari warungnya, sekira 6-7 tahun yang lalu, warga yang enggan disebut namanya itu mengaku semakin kehilangan minat pembeli.

“Sangat-sangat terdampak, sangat berkurang omzet itu, karena rata-rata orang jadi larinya ke sana (Alfamart-Indomaret). Omzet turun bisa 30 sampai 40 persen lho,” kata dia saat diwawancarai awak media di warungnya, Kamis, (29/09/2022).

Selain itu, menurut dia keberadaan ritel modern di tengah adanya warung-warung kecil, pun dirasa memikat minat pembeli meski nyatanya perbandingan harga dirasa tidak jauh berbeda.

“Banyak ke sana, karena apa? Belanja di sana kan kelihatan keren, padahal kalau masalah harga ya padahal banyak yang lebih mahal di sana lho dari pada di warung-warung kecil,” tambahnya.

Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bisa dengan bijaksana menggunakan otoritasnya guna menemukan solusi atas keluhan warga terhadap Alfamart-Indomaret.

“Saya berharap Pemerintah Kota Metro bisa menangani, bisa membatasi kalau nanti ada pembukaan-pembukaan minimarket tolong dibatasi. Setidaknya jaraknya itu dijauhkan. Kasihan pedagang-pedagang di sini lho, kita ini asli warga sini, penduduk lama dan sebelum ada minimarket-minimarket itu, kami ini sudah berdagang dari dulu. Mata pencaharian kita itu ya ini lah,” pungkasnya.

Pendirian minimarket Alfamart dan Indomaret di Kota Metro sendiri sebelumnya sempat menuai kritik dari Komisi 1 DPRD setempat, karena dinilai anggota legislator seolah sudah tak terkendali.

Pasalnya, pemberian izin pembangunan gedung oleh Pemkot Metro, secara perlahan dirasa merugikan warga Bumi Sai Wawai, menggerus penghasilan dan tak sedikit warung kelontongan yang terancam gulung tikar.

“Selama itu ada kontribusi untuk Kota Metro ya silakan saja, tapi apabila dengan berdirinya Alfamart-Indomaret justru mematikan usaha kecil yang ada, maka itu jadi konsen kami,” tegas Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Metro, Indra Jaya saat hearing bersama OPD terkait dan Manager Indomaret.

”Kalau penyerapan tenaga kerja tidak ada, bentuk kemitraan dengan UMKM juga kami tidak tahu seperti apa, apakah dari sisi PAD juga menguntungkan atau tidak? Kalau itu tidak terpenuhi ya untuk apa?” tambahnya.

Sementara itu, saat menghadiri hearing bersama Komisi 1 DPRD Kota Metro tersebut, Manager Indomaret yang bernama Ferry terlihat tidak mampu menjawab banyak, perihal kritik para legislator yang berangkat dari keluhan warga tersebut.

Ketika diminta sejumlah wartawan untuk wawancara, Ferry terkesan enggan menjawab dan pergi begitu saja dari DPRD Kota Metro dan hingga saat ini, baik Ferry atau pun pihak minimarket lainnya di Kota Metro belum bisa dikonfirmasi ulang. (ars)

BAGIKAN