Mahasiswa Turun Kejalan Tolak Kenaikan Harga BBM

Foto: Mahasiswa Turun Kejalan Tolak Kenaikan Harga BBM. (Ist)

Metro (matarajawali.id)- Pasca kenaikan BBM, sejumlah Mahasiswa melakukan aksi Demonstrasi yang tergabung dari aliansi BEM, HMI, OKP serta SAPMA PP Kota Metro nyaris ricuh dan bentrok dengan aparat kepolisian.

Pasalnya, Para mahasiswa ingin masuk kekantor Walikota untuk menyampaikan tuntutan nya. Tapi di halangi oleh pagar berduri yang ada di depan gerbang Kantor Walikota Metro.

Sebelumnya, Walikota Metro mendatangi sejumlah Mahasiswa yang dibatasi oleh kawat duri sekira pukul 09.00. Tapi sejumlah Mahasiswa bersitegang tetap ingin masuk menyampaikan aspirasinya.

Kemudian selang berapa menit, dibukalah kawat berduri tersebut. Akan tetapi, pintu gerbang tetap ditahan oleh aparat kepolisian yang tidak mengijinkan untuk Mahasiswa masuk.Alhasil disinilah akhirnya terjadi gesekan yang tidak diinginkan antara Aparat Kepolisian dengan sejumlah Mahasiswa.

Salah seorang orator dalam aksi demonstrasi, Ridho Syah Putra menjelaskan bahwa pemasangan kawat berduri untuk menghalau pengunjukrasa merupakan sejarah pertama selama aksi demonstrasi di Kantor Pemkot Metro.

“Hari ini sejarah terbesar di Kota Metro, kawat berduri dibuka tapi kami dibentrokan dengan saudara-saudara kami aparat Kepolisian. Mereka tidak tau apa-apa, bahkan hati nuraninya pun sangat menolak dengan kenaikan BBM,”Ucap Ridho.

Sedangkan, Ketua HMI Cabang Metro, Chairul Aji juga mengungkapkan bahwa sempat terjadi aksi saling dorong dan pukul memukul selama penyampaian aspirasi berlangsung.

“Tadi sempat ada dorong mendorong, pukul memukul dengan tongkat kepolisian, kemudian tameng kepolisian sedangkan kami tidak membawa senjata apa-apa. Jadi tidak fair lah itu. Seharusnya pihak kepolisian itu lebih humanis dalam mengawal aksi damai ini,” tegasnya.

Akhirnya, Mahasiswa saling dorong. Bahkan satu Mahasiswa yakni dari BEM, terpantau sedikit terluka di bagian atas pelipis mata dan tangan.

Kejadian ini mulai memanas sekira pukul 11.00 wib, Mahasiswa bakar Ban dan memaksa masuk. Tetapi aparat dan Mahasiswa tetap bersitegang hingga penyemprotan air diarahkan ke Mahasiswa.

Akhirnya, sekira pukul 11.50. Munculah Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin keluar temui Mahasiswa. Akhirnya Mahasiswa dipersilahkan masuk.

Sementara itu, Walikota Metro Wahdi beserta jajaran Pemkot setempat menemui peserta aksi demonstrasi untuk berdialog di dalam lingkungan kantor Pemkot Metro itupun dikabulkan. Walikota bersama petugas keamanan mempersilahkan para peserta aksi untuk masuk lingkungan kantor Pemkot Metro.

Untuk diketahui, para mahasiswa nuntut pemerintah pusat untuk mencabut keputusan kenaikan BBM, serta menunda Proyek Strategis Nasional dan mengalihkan Anggaran ke Subsidi BBM. (Red)