Datangi KPU, Warga Mengadu Namanya di Catut Parpol

0
76
Foto: Ketua KPU Kota Metro, Nurris Septa Pratama. (Ist)

Metro (matarajawali.id)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro mengaku hingga kini telah menerima 14 pengaduan masyarakat yang namanya dicantumkan kedalam partai politik (Parpol) secara ilegal. (13/02022).

Demikian diungkapkan, Ketua KPU Kota Metro, Nurris Septa Pratama,  salam proses melaksanakan verifikasi administrasi pendaftaran Parpol sebagai calon peserta pemilu 2024, terdapat beberapa masyarakat yang mengadukan namanya telah dimasukkan ke dalam Parpol secara ilegal.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk dapat melakukan pengecekkan terhadap statusnya apakah masuk kedalam parpol ataupun tidak dengan membuka linkhttps://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik.

“Dan apabila mereka merasa namanya dicatut bisa langsung berikan tanggapan di link KPU kota Metro di helpdesk.kpu.go.id/tanggapan, dia bisa mengklarifikasi bahwasannya namanya telah dicatut dan merasa tidak pernah masuk parpol,” ungkapnya.

Untuk sanksi yang akan diberikan terhadap Parpol yang melakukan pencantuman anggota secara ilegal, menurutnya, berdasarkan tahapan PKPU 4 dalam proses penyelenggara tidak ada pemberian sanksi dan sebagainya terkait proses pendaftaran.

“Tetapi ketika masyarakat sudah melakukan klarifikasi terkait masalah itu, otomatis nanti di sistem informasi partai politik (sipol) mereka akan dihapus,” ujarnya.

“Karenakan mereka belum menjadi peserta pemilu kita. Saat ini kan masih proses mendaftarkan dari calon peserta pemilu menjadi peserta pemilu 2024,” sambungnya.

Dijelaskannya, hingga kini pihaknya telah menerima sebanyak 14 laporan namanya dicantumkan masuk kedalam Parpol secara ilegal, dan rata-rata merupakan guru honorer.

“Jadi, kemarin itu ada puluhan yang sudah mengadukan ke kita, rata-rata guru honor yang sedang dalam proses pengajuan pendaftaran diri ke P3K, karena kan dalah satu syaratnya bukan anggota parpol,” bebernya.

Dikatakannya, terdapat sebanyak 24 partai politik dinyatakan lengkap proses pendaftarannya, 9 diantaranya ialah partai politik yang sudah mendapatkan kursi di DPR RI.

“Kemudian sisanya adalah partai yang pada tahun 2019 telah mendaftar tetapi belum lolos dan ada juga partai yang dalam kategori baru,” pungkas dia. (Red)

BAGIKAN