Lampung Tengah (matarajawali.id)– Pelayanan bagian pendaftaran pasien di Puskesmas Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Jum’at (09/09) sempat menumpuk. Hal itu hanya karena salah seorang petugas tidak masuk kerja karena sakit.
Penumpukan pasien di Puskesmas Bandar Jaya menyebabkan warga yang akan memeriksakan dirinya harus mengantri lebih lama biasanya. Bahkan ada pasien yang harus menunggu lebih 2 jam untuk mendapat giliran pelayanan kesehatan di Puskesmas itu.
Reni (40), warga Kampung Harapan Rejo, Kecamatan Seputih Agung, mengaku mengantri lebih dua jam di Puskesmas tersebut. Ibu yang sedang hamil ini datang ke Puskesmas Bandar Jaya untuk memeriksakan kandungannya.
Salah seorang pegawai Puskesmas Bandar Jaya meminta maaf, karena sempat terjadi penumpukan pasien di bagian pendaftaran. Menurut dia, hal ini kemungkinan karena ada pegawai yang tidak masuk kerja.
“Mudah-mudahan kedepannya enggak terjadi seperti ini. Mungkin kelalaian dari kami, mungkin ada kekurangan karena ada pegawai tidak masuk. Kami minta maaf kepada pasien-pasien,” ujarnya.
Maenawarni (34), Warga Kelurahan Bandar Jaya Timur mengatakan, dia secara umum tidak mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Bandar Jaya. Tetapi antrian pendaftaran pasien pada hari ini cukup lama.
“Antriannya cukup agak lama sih. Antrian di bagian pendaftarannya,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Puskesmas Bandar Jaya dr. Jose Harnos menjelaskan, antrian pasien sempat menumpuk karena ada salah seorang petugas tidak hadir dikarenakan sakit. Menurut dia, petugas itu awalnya sempat datang untuk bekerja. Tapi dia mengeluh kondisi bandannya yang kurang sehat.
Dia menjelaskan, biasanya petugas yang melayani sebanyak 3 orang. Karena salah satunya tidak bekerja karena sakit, akhirnya petugas yang melayani hanya 2 orang. Akibat sempat terjadi penumpukan antrian pasien.
“Baru tadi saya periksa petugasnya, dia minta izin pulang karena badan dia engga enak. Begitu saya periksa, betul dia (petugas itu) sedang sakit,” ujar dr. Jose Harnos. (Willy Dirgantara)







