Sumba Barat (matarajawali.id)-Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Loli, IPDA, Saihul Pirinadi memimpin jalannya Upacara pagi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Loli, Desa Doka Kaka, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Senin (22/08/2022) kemarin.
Kegiatan pelaksanaan apel pagi berlangsung dilapangan SMP Negeri 1 Loli, dimulai dari pukul 07.00 WITA dan dibuka dengan penghormatan pasukan, laporan komandan apel, arahan dari Kapolsek atau yang mewakili selaku pemimpin apel dan diakhiri dengan pembacaan doa.
Kegiatan tersebut berjalan aman dan lancar yang diikuti oleh Kepsek, Antonius J. Boku, S.Pd, Dewan Guru dan staf, Kades Doka Kaka, Yosef Lede, A.Md, perwakilan orang tua murid serta seluruh siswa-siswi SMP Negeri 1 Loli.
Dalam amanatnya mewakili Kapolsek Loli, selaku Kanit Binmas Polsek loli, Aipda Burhan, S.H, selaku pembina upacara menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas di antaranya tentang Etika Berlalu lintas, Kenakalan Remaja, Bahaya Narkoba dan Miras, Penggunaan Medsos yang baik serta memelihara keimanan dan Keamanan kepada semua siswa.
Pada kesempatan ini kami sampaikan, agar adik-adik siswa semua harus rajin belajar untuk bisa menggapai cita-citanya. Juga harus taat dan patuh terhadap bapak/ibu guru dalam menerima pelajaran di sekolah.
“Ingat janji pelajar yang di ucapkan setiap pelaksanaan upacara bendera, janji pelajar harus di hayati, di mengerti dan di jadikan pedoman dalam kegiatan sehari-hari. Serta jadikan guru sebagai orang tua kalian selama berada di sekolah dengan mematuhi dan taat kepadanya,”pesannya.
Burhan juga meminta seluruh siswa/i, agar tetap menjaga nama baik sekolah dan terus mengukir prestasi yang membanggakan almamater dan orang tua. “Hindari perbuatan-perbuatan negatif yang berdampak buruk pada masa depan, seperti berkelahi, konsumsi minuman keras dan merokok, serta pergaulan bebas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,”mintanya.
Dan tetap menjaga kebersamaan, baik sesama teman kelas maupun teman antar kelas, karena semua anak murid di SMPN 1 Loli datang dari berbagai desa. “Jadi perlu menjaga persahabatan dalam pergaulan dan jangan membuat perbedaan atau geng dalam lingkungan sekolah,”imbuhnya.
Juga dalam menggunakan kendaraan sepeda motor untuk datang ke sekolah, agar selalu berhati-hati dan tertib berlalu lintas. Bagi yang jauh usahakan diantar oleh orang tuanya, karena anak murid SMP jelas belum bisa mengendarai sepeda motor.
“Dikarena belum memenuhi syarat untuk pembuatan SIM. Juga selalu ingatkan orang tua yang datang antar, agar menggunakan Helm dan tetap hati-hati dalam mengendarai sepeda motor demi keselamatan diri maupun orang lain di jalan,”jelasnya.
Burhan juga menambahi, di era globalisasi dan digitalisasi saat ini diharapkan agar berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Dan apa yang dibaca dan dilihat di sosmed jangan lagi dishare ke teman-teman atau grup. “Tetapi cukup untuk dikonsumsi sendiri dan bila perlu, handphone cukup digunakan untuk keperluan belajar atau mengerjakan tugas-tugas sekolah,”tandasnya.
Pihaknya juga berharap kepada seluruh dewan guru, supaya didalam proses belajar mengajar (KBM), tetap mengikuti prosedur atau standar pendidikan yang berlaku demi terciptanya proses KBM yang baik dan harmonis,”tutupnya.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”







