Kodi Utara (matarajawali id)- Pendataan dan pembagian Bantuan Langsung Tunai di Desa Homba Karipit, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, diduga tidak transparan dan tidak tepat sasaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, semenjak penyaluran tahap pertama dan kedua. Ada 13 orang warga yang terdiri dari empat dusun yang mengaku, nama mereka dicabut oleh aparat desa, padahal tahun sebelumnya nama mereka terdaftar sebagai penerima.
Pelaksana Pejabat (PJ) Kepala Desa Homba Karipit, Daniel Bengo Lodo, S.ST, saat dikonfirmasi media ini Kamis (4/8/2022) kemarin,
Ia mengatakan, memang kesalahan awal pada waktu itu tidak mengundang masyarakat setiap dusun untuk dilakukan verifikasi bersama sebelum data penerima ditetapkan. “Sehingga masih ada nama yang belum terdata, sementara layak sesuai kriteria sebagai penerima.
“Terkait 13 orang itu setelah dikroscek bersama pada waktu penyaluran tahap pertama sekitar tiga bulan yang lalu. Memang mereka belum tersentuh oleh bantuan pemerintah,”jelasnya.
Dan benar mereka dijanjikan akan ada musyawarah bersama pendamping desa sebelum tahap kedua saat itu. “Alasan tidak dilakukan rapat tersebut, karena tidak ada biaya makan minum dan rokok. Karena yang namanya rapat, tentu akan membutuhkan biaya. Sementara sudah tidak ada pos anggaran lagi,”menurut dia.
Lanjut Daniel katakan, khusus yang 13 orang itu, jika paksakan penambahan dari jumlah 195 penerima yang sudah ditetapkan. “Itu terkecuali kita hilangkan salah satu program baru bisa. Namun harus meminta persetujuan Bupati, tentu ini akan semakin rumit.
“Sementara sisa dana BLT sudah dikonversi ke program Meteran Listrik, Hand Traktor, Hand Sprayer, dan Herbisida,”imbuhnya.
Dengan bijaknya, ia menjanjikan program bagi mereka yang 13 orang itu. Dan kebetulan saat media ini konfirmasi kemarin. “Ada tiga orang warga yang ikut, dimana mereka merupakan perwakilan dari 13 orang.
Daniel memberikan pilihan bagi ketiga orang itu, dua orang lebih memilih Meteran Listrik kebetulan belum ada meteran. Dan yang satu orangnya lagi memilih Hand Sprayer karena ia merupakan petani. “Sedangkan sisanya dari 10 orang akan diberikan dalam bentuk program juga, namun untuk sementara belum diketahui jelas bantuan apa yang akan diberikan oleh Pemdes.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”







