Bantuan Meteran Listrik dari Pemdes Waiholo Mangkrak

Foto: Bantuan Meteran Listrik dari Pemdes Waiholo Mangkrak. (Rovny Tenge)

Kodi Utara (matarajawali.id)- Bantuan Meteran Listrik dari Pemerintah Desa (Pemdes) Waiholo kepada warga tidak mampu tahun 2020 mangkrak. Bahkan hingga saat ini belum ada tanda-tanda penyelesaian.

Bantuan tersebut didanai oleh Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2020 yang diperuntukkan kepada warga tidak mampu.

Hal itu diungkap oleh salah satu perwakilan aspirasi pada dari Kampung Karupuk, Dusun IV, Desa Waiholo, Antonius Rendi Tonggoro pada media ini, Senin, (18/07/2022), mengatakan, Pembangunan Jaringan Listrik di desa, diperkirakan mulai dari Februari 2021 kemarin. Setelah pemasangan tiang Listrik dan kabel selesai, sampai saat ini tahun 2022 masih terbengkalai.

“Belum ada kejelasan dan kelanjutan, kira-kira kapan pihak pemerintah desa setempat akan menyelesaikan pekerjaan itu, padahal saya dan warga sudah menantikan penerangan Listrik,”jelasnya.

Lebih lanjut, padahal bantuan Meteran Listrik itu dianggarkan dari dana desa tahun 2020. Dan hingga saat ini kami masih menggunakan lampu pelita.

“Sehingga melalui keluhan ini, pihaknya berharap agar ada tindaklanjut dari pemerintah daerah dan lembaga terkait, terlebih khusus kepada Pemdes Waiholo agar dapat pertanggung jawabkan apa yang menjadi hak rakyat,”ujarnya.

Selain itu juga, terkait bantuan-bantuan dari desa, seperti rumah layak huni atau sejenisnya, tidak diperhatikan oleh pemerintah desa setempat.

“Juga terkait bantuan-bantuan dimasa pandemi, seperti dana Covid-19 8% dari tahun 2019 sampai 2022, serta dana reguler ketahanan pangan 20% tahun 2022 hingga saat ini tidak ada bukti nyata ke masyarakat,”imbuhnya.

Setelah media ini konfirmasi Kepala Desa Waiholo, Soleman Mone, S.Pd, melalui via telepon miliknya, ia mengatakan, terkait tiang listrik itu bukan dari desa tetapi langsung dari pusat, tetapi untuk Meteran Listrik itu adalah swadaya masyarakat.

“Dan Pemdes belum ada pembahasan khusus bersama masyarakat, karena masalah Covid-19. Terkait pengadaan Meteran Listrik, desa tidak pernah melakukan pengadaan melalui dana desa karena masalah Covid-19,”ungkapnya.

Lebih lanjut, ia katakan APBDes Desa Waiholo tahun ini, cuman dua milyar lima ratus juta rupiah. Satu milyar lima puluh juta rupiah sudah di BLT-DD semua, Pemdes ambil dimana modal.

“Tetapi kalau masyarakat belum ada modal untuk membeli sendiri Meteran Listrik ya, silakan bersabar dan mencari modal.
Tetapi jika tidak bersabar ya, silakan saja mereka mencabut kembali tiang Listriknya,”ujarnya.

Ia juga sempat nada dengan media ini, dan mengatakan kenapa kamu banyak bertanya.

“Media ini mencoba menjelaskan, saya selaku media sedang menjalankan tugas, sehingga saya mengkonfirmasi pihak Bapak selaku Kepala Desa untuk mendapatkan kepastian, karena ini aspirasi masyarakat Desa Waiholo.

“Ia kembali menjawab, kamu ini seolah-olah yang melakukan pengadaan Meteran Listrik.
Silakan saja mengurus desa mu jika uangnya sudah cair, buat apa kamu banyak bertanya ke saya.

Hingga berita ini dinaikkan, karena Kades Waiholo enggan memberikan penjelasan lanjutan terkait pertanyaan-pertanyaan yang ingin media ini lontarkan berdasarkan keluhan dari rakyatnya, hingga kemudian dirinya langsung matikan via telepon.

Jurnalis~”Rovyn Tenge