Tekad Luhur 5 Bakal Calon Kepala Kampung Bandar Sakti

Foto: Tekad Luhur 5 Orang Bakal Calon Kepala Kampung Bandar Sakti. (Willy)

Lampung Tengah (matarajawali.id)- 5 orang bakal calon Kepala Kampung Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nyunyai, Kabupaten Lampung Tengah, mempunyai tekad luhur untuk membangun kampung Bandar Sakti. Dengan latar belakang yang berbeda, mereka siap berkompetisi dan berbuat yang terbaik untuk masyarakat.

Kampung Bandar Sakti adalah salah satu kampung yang akan menggelar pemilihan kepala kampung serentak di Bulan Agustus mendatang. Kami menghimpun ada 5 figur yang memiliki kelebihan masing-masing, dan siap bersaing meraih suara masyarakat.

Darno, warga RT.10/RW.05,RK.C Kampung Bandar Sakti menjanjikan kesejehteraan masyarakat yang merata. Jujur dan amanah adalah jargo yang disampaikan untuk meraih simpati warga agar memilihnya.

“Motivasi saya yang jelas, melihat kinerja aparatur kampung yang kurang maksimal. Yang kedua keadilan pemerataan kesejahteraan yang masih kurang,” ujar Darno, menjawab pertanyaan motivasi dia mencalon sebagai Kepala Kampung Bandar Sakti.

Dilanjutkan Darno, contohnya ada bantuan yang sifatnya terbatas, pihak kampung tidak bisa mensiasati mereka (para warga) yang tidak mendapatkan bantuan. Padahal secara status sosial sama. Misal ada jatah PKH, ada 15 yang harusnya dapat bantuan tapi yang tersedia hanya 10. Harusnya pemerintah kampung berinisiatif mencari sumber alternatif dana sendiri. Melalui pengembangan yang dilakukan oleh BUMK (Badan Usaha Milik Kampung).

Ditanya apa istimewa dirinya dibandingkan bakal calon yang lain? Darno menjawab, kalau saya yang jelas jargon saya “jujur dan amanah” modal dasar untuk membangun kampung. Saya akan mengelola dana kampung sejujur mungkin dan seadil mungkin.

Sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta, jika terpilih sebagai Kepala Kampung Darno berjanji akan mengabdi kepada masyarakat kampung. Jika perusahaan menghendaki berhenti sebagai karyawan, dia akan melepaskan status karyawannya.

“Tapi kalau perusahaan masih menghendai saya (sebagai karyawan), itu siasatnya setelah pemilihan,” jelasnya.

Bakal calon lainnya, Jasmadi, warga RT.10, RK. C, Kampung Bandar Sakti, berkeinginan untuk membangun Kampung Bandar Sakti. Tapi dia tidak menyebutkan dengan spesifik, program apa yang akan dilakukan untuk membangun kampung Bandar Sakti.

Jasmadi, saat ini bekerja di perusahaan yang sama dengan Darno. Pria kelahiraan 44 tahun yang lalu ini mengakui motivasinya mencalon kepala Kampung Bandar Sakti karena ingin membawa kampung lebih baju.

“Saya rasa rekan-rekan calon lain pasti punya motivasi yang sama, untuk mengabdi dan membangun kampung.” ujar Yasmadi.

Diakui Yasmadi, dirinya bukan anak transmigran angkatan darat (transad). Dia tinggal di Kampung Bandar Sakti sejak tahun 1986. Kemudian menikah dengan cucu transad kampung Bandar Sakti.

Ditanya istimewa dirinya dibandingkan bakal calon lainnya? Yasmadi memberikan jawaban yang cenderung “rendah hati”. Dia mengatakan, saya tidak merasa istimewa. Saya hanya ingin membangun Kampung saja. Saya rasa rekan-rekan calon yang lain lebih istimewa dibandingkan saya.

“Semua menginginkan untuk menjadi lebih baik,” tandas Yasmadi.

Ditanya seberapa besar keyakinannya terpilih sebagai kepala kampung? Yasmadi keberatan menjawab. Menurutnya, tergantung kepada masyarakat. Jika masyarakat memilihnya sebagai kepala kampung, itu yang membuat saya bicara sebera besar. Saya tidak mau mengatakan seberapa besar.

“Untuk kemungkinan besarnya, saya tidak bisa memprediksi dan saya tidak bisa mengucapkan. Semua kembali kepada masyarakat,” pungkasnya.

Bakal calon ketika yang kami temui adalah Fadeli Susilo. Pria yang lahir 45 tahun yang lalu ini mengakui aktif dalam kegiatan kepemudaan karang taruna kampung setempat. Penilaian positif masyarakat kepada dirinya, mendorong untuk ikut dalam pemilihan kepala Kampung Bandar Sakti.

Motivasinya ikut dalam pemilihan kepala kampung karena mengetahui keinginan masyarakat. Perannya yang aktif dalam kegiatan kemepudaan karang taruna kerap menjadi penyaluran aspirasi warga. Kendati demikian, awalnya dia tidak berkeinginan mencalon kepala kampung.

“Dengan aspirasi dari masyarakat untuk merubah, banyak sekali yang ingin kami rubah berdasarkan dari masyarakat,” ujarnya.

Ditanya apa kelebihan dirinya yang membuat masyarakat masyarakat Kampung Bandar Sakti akan memilihnya sebagai kepala kampung? Pria yang akrab disapa Sinyo ini mengungkapkan, dirinya yang aktif di kegiatan organisasi kepemudaan mendapat penilain dari masyarakat bahwa dia mempunyai kemampuan, wawasan yang luas, jujur.

“Ini penilaian dari masyarakat sendiri. Sehingga masyarakat menginginkan kami untuk memimpin kampung Bandar Sakti, sehingga menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Soal terget perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Kampung Bandar Sakti, Fadeli alias Sinyo menargetkan 60 persen.

 

Gunawan, bakal calon kepala Kampung Bandar Sakti yang ke-4 adalah merupakan anak transmigran angkatan darat (transad) kampung Bandar Sakti. Dia mengaku memegang data lengkap terkait dengan data kampung, termasuk aset-aset kampung.

“Motivasi saya untuk membangun kampung. Karena percepatan pembangunan di kampung kami ini kurang. Karena kurang sinerginya antara lembaga kampung, dan kelompok organisasi yang di kampung untuk menggebrak agar pembangunan ini cepat,” ujar Gunawan, menjawab pertanyaan motivasinya ikut pemilihan kepala Kampung Bandar Sakti.

Ditanya apa keistimewaan dirinya dibandingkan bakal calon lainnya? Gunawan menjawab bahwa dirinya mempunyai data lengkap tentang aset-aset kampung. Aset kampung itu rencananya, jika dia terpilih sebagai kepala kampung akan digunakan dan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat.

“Data-data itu tentang tanah milik kampung, dan kelembagaan,” ungkap Gunawan.

Dalam pemilihan kepala kampung, Gunawan meyakini akan meraih suara diatas 70 persen. Karena melihat animo masyarakat yang sudah jenuh karena kondisi kampung Bandar sakit yang sulit mencari akses.

Kepada bakal calon kepala kampung lainnya Gunawan berpesan, bekerja sebaik mungkin, keluarkan semua potensi untuk membangun kampung. Siapapun nanti yang terpilih dituntut untuk membangun kampung. Tinggal bagaimana niat masing-masing, nanti akan dinilai oleh masyarakat.

“Saya yakin semua yang maju (pemilihan kepala kampung) punya niat untuk membangun kampung,” tutupnya di akhir wawancara.

Supriyanto, merupakan bakal calon paling senior dibandingkan 4 orang bakal calon kepala kampung Bandar Sakti lainnya. Selain usianya yang lebih tua dari yang lainnya, Supriyanto pernah menjabat kepala Kampung Bandar Sakti. Bahkan menjabat selama 14 tahun, atau 2 periode.

Kiprah Supriyanto selama 14 tahun memimpin Kampung Bandar Sakti bisa jadi modal yang tidak dimiliki 4 orang bakal lainnya. Bicara tentang admistrasi pemerintahan kampung, sepertinya Supriyanto tidak perlu diragukan lagi.

“Saya ingin mengabdikan kepada masyarakat, sesuai dengan pengalaman menjabat (kepala kampung) selama 14 tahun. Itu guru yang terbaik buat saya,” ujarnya, menjawab pertanyaan motivasi dirinya mencalon kepala kampung.

Dia melanjutkan, pengalaman yang baik bisa jadi modal kami. Sesuatu buruk itu, ya namanya manusia yang tidak lepas dari kesalahan. Menurut pengertian saya orang yang baik itu yang bisa merubah kesalahan dan tidak mengulanginya.

“Sebagai putra-putri Angkatan Darat kami ingin melanjutkan cita-cita juang bapak kami yang sudah merintis dan berjuang membela bangsa dan negara,” tegasnya.

Dengan semangat juang, patriotisme yang tinggi, pengabdian, disiplin, ini saya terima dan seluruh masyarakat Bandar Sakti. Sebagai contoh dan motivasi saya untuk mengabdikan diri dengan ridho Allah.

Ditanya seberapa besar keyakinannya akan dipilih sebagai kepala Kampung Bandar Sakti oleh masyarakat? Dia mengatakan tidak bisa memprediksi. Sebagai calon kepala kampung dia akan berusaha semaksimal mungkin. Supriyanto menyerahkan kepada masyarakat.

“Kalau Allah memberikan amanah kepada saya, keyakinan saya sebagai umat Islam kami pegang amanah itu teguh dengan penuh tanggung jawab, secara pribadi kepada Allah dan masyarakat,” tegasnya.

Dia menambahkan, kekuatan saya dari Allah. Sebagai manusia hanya bisa berencana, takdir kembali kepada yang maha kuas. Kalau Allah menghendaki. Dan saya siap dengan berbagai resiko. (Willy Dirgantara)

BAGIKAN