Kodi Utara (matarajawali.id)-Disperkim Kabupaten SBD lakukan monitoring pembangunan rumah warga tidak mampu guna memastikan prospek pekerjaan pembangunan rumah baik dan tidak asal jadi.
Bantuan ini, merupakan bantuan stimulan penyediaan rumah swadaya dan para sejahtera individu. Dengan stimulan untuk memicu orang dalam membangun, dan pra sejahtera individu untuk individu yang belum sejahtera.
Melalui Tim Monitoring Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten SBD, Emanuel Dangga Dede dkk pada media ini saat melakukan monitoring di Desa Wailabubur, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Rabu (29/6/2022).
Iamengatakan, pembangunan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Dan ini merupakan hasil aspirasi dari masyarakat atau hasil dari Musrenbang Dusun, Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kabupaten sampai pada Musrenbang Provinsi dan Musrenbang Pusat.
“Dengan syarat sebagai penerima semua harus by administrasi. Artinya penerima harus jelas identitasnya, seperti sudah ber-KK dan E-KTP, kemudian kebangsaan WNI dan statusnya sudah menikah, serta pekerjaannya petani. Kemudian yang menetapkan siapa penerimanya, penentunya adalah pemerintah desa. Dan penentuan ini, desa harus berdasarkan skala perioritas, yaitu stunting,” jelasnya
Sedangkan standar nasional rumah sejahtera ini, rumah berukuran 6×6 dan berdinding tembok. Sedangkan besaran dana per unitnya, Rp.25 juta rupiah. Dari Rp.25 juta dibagi dua sumber, dimana Dana DAK Rp.20 juta rupiah, Dana DAU atau dana sharing dari daerah Rp.5 juta rupiah, itu sudah termasuk anggaran pembangunan WC dan kamar mandi.
“Sedangkan sistim pencairan, dari pusat melalui rekening daerah, kemudian ke rekening penerima. Dan yang walaupun itu bantuan pemerintah, penerima juga tidak bisa langsung cairkan dananya. Dengan alasan, takutnya penerima tidak bertanggungjawab untuk membangun. Bank penyalurnya adalah bank daerah, sedangkan dinas hanya sebagai pelaksana kebijakan,”kata dia
Lebih lanjut ia mengatakan,
Karena Kecamatan Kodi Utara termasuk wilayah perioritas stunting, di tahun ini ada dua desa yang mendapatkan
bantuan tersebut, yaitu desa Wailabubur 35 unit dan desa Kenduwela. Dan tujuan dari pemantauan ini, untuk memastikan program ini benar-benar berjalan atau tidak. sekalipun kita diberi renggang waktu selama enam bulan.
Dimana terhitung dari bulan April kita turun survei, kemudian di bulan Mei drop material dan di bulan Juni dimulai pembangunan, dan di bulan Juli pencairan tahap satu. Kemudian dibulan Juli juga kita menyusun tahap dua, dibulan Agustus drop material, September pembangunan, dan dibulan Oktober finish sekalian dengan pelaporan LPJ dan selesai.
“Dan rata-rata bantuan di tahun ini, progresnya sangat cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Karna saat ini baru dipertengahan bulan Juni, progres tahap satu sudah selesai, dan sekarang sudah menuju ke tahap dua. Dengan harapan, jika pembangunan ini sudah merata, pasti SDM nya juga akan baik dan merata, dan pulau Sumba tentu akan maju,”paparnya
Disamping itu juga sebagai penerima bantuan, Daniel Ra Bokol, Dusun IV, Desa Wailabubur,
singkat mengatakan, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan tersebut. Lewat kesempatan ini, rumah kami sudah bisa dan layak dihuni nantinya, sekalipun masih dalam tahap pengerjaan,”ucapnya.
Juga selaku Kades Wailabubur, Yakub Yingo Maha, mengatakan, kami mendapatkan bantuan stimulan rumah layak huni 35 unit dari pemerintah pusat untuk warga miskin atau stunting.
“Pihaknya berterima kasih kepada pemerintah pusat dengan adanya dorongan melalui bantuan ini, pembangunan rumah layak huni di Desa Wailabubur sudah bisa berkurang. Sekalipun juga masih banyak warga yang tertinggal,”ungkapnya.
Sehingga kedepannya, kami perintah desa Wailabubur tetap merindukan dan berharap kepada pemerintah, baik ditingkat Daerah maupun tingkat Pusat, untuk terus memperhatikan kami di pelosok terutama warga miskin atau stunting,”harapnya.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”







