Akibat Hama Belalang Kembara Petani Jagung di SBD Terancam Gagal Panen

Foto: Akibat Hama Belalang Kembara Petani Jagung di SBD Terancam Gagal Panen. (Ist)

Tambolaka (matarajawali.id)- Hama belalang kembara terus menyerang sejumlah desa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, tanaman jagung terancam gagal panen.

Hal itu diungkap oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat Daya, Rofinus Nd. Kaleka, SP pada saat ditemui media ini dilapangan sementara melakukan penyemprotan di daerah sawah lama, Desa kori, Kecamatan Kodi Utara, mengatakan, hari 48, terus berusaha melakukan pengendalian hama. Intinya masyarakat jangan terlalu cemas dengan hama belalang, memang disadari petani sudah banyak mengalami kerugian. Artinya ditahun ini para petani tidak menikmati panennya karena mengalami puso atau rusak berat, dan ada juga rusak sedang serta rusak ringan.

“Sedangkan data sementara yang mengalami puso atau rusak berat akibat terserang hama tersebut, ada sekitar 150 ribu hektare. Sedangkan yang mengalami kerusakan sedang, ada sekitar 450 ribu hektare, dan sekitar 400 ribu hektare itu rusak ringan, dan itu setelah kita lakukan pengendalian, kita masih bisa pulih. Tetapi jika kita mengarah pada rawan pangan, tentu kerugian para petani sudah luar biasa. Mulai dari kerugian perorangan dan kelompok- kelompok tertentu mengalami kerugian. Tetapi kita masih memiliki sekitar 30 ribu hektare yang baru ditanam oleh petani dan yang belum terserang hama,”jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, penyemprotan pada hari ini lebih fokus kejar anak belalang. Kalau titik-titik penyemprotan pada hari ini, selain di sawah lama, Desa Kori, kan dilanjutkan ke Kalembu Ndara, Desa Kalena Rongo, Kapaka Nipon, Desa Moro Manduyo, dan Kalembu Danga, Desa Kalembu Kaha, Kecamatan Kodi Utara, kemudian berlanjut ke Desa Ate Dalo, Kecamatan Kodi.

“Sedangkan titik di Desa Kendu Wela, karena mengingat hari ini berhalangan masih pembagian BLT-DD, jadi masih ditunda. Karena tidak mungkin ada warga yang bisa membantu,”ujarnya.

Dan anak belalang ini, kita optimis harus bisa diselesaikan dalam waktu dekat melalui kerjasama yang baik. Karena selama ini, selain pihak Kecamatan, Desa, dan para petani yang sudah luar bisa membantu dalam hal penanggulangan. Juga saat ini para tokoh-tokoh masyarakat sudah proaktif membantu di setiap titik penyemprotan.

“Beda diawal- awal, seolah hanya petugas pertanian saja, tetapi sekarang karena sifatnya bencana, seluruhnya sudah proaktif. Karena kalau hanya mengharapakan petugas pertanian saja, tentu rasanya tidak akan bisa mampu. Apalagi kita punya luasan serangan yang sangat luas, ditambah lagi dengan koloni yang luar biasa sekali. Beda dulu koloni sebelumnya di bulan Agustus dan November 2021 koloninya masih sangat kecil,”ungkapnya.

Sedangkan posisi belalang dewasa saat ini, sudah di Loko Kalada. Harapan, satu dua Minggu lagi anak belalang ini kita sudah bisa selesaikan. Karena di Loko Kalada, potensi tanaman pangan yang terancam sudah tidak ada. Karena yang diserang oleh hama, hanya jagung saja,”ujarnya.

Kalau terkait sumber dana penanggulangan hama, selain pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian membantu insektisida. Juga pemda melalui Kepala Daerah sudah menetapkan ini sebagai bencana daerah. Namun dananya terbatas, dimana hanya pengadaan obat-obatan dan juga bahan bakar minyak kendaraan,”tandasnya.

Sedangkan tempat pengambilan insektisida, di Lewa Kabupaten Sumba Tengah. Karena ada yang namanya Unit Pelaksana Teknis Dinas Provinsi, kalau kita kekurangan insektisida, kita mintanya disana. Palingan mampunya dilayani sekitar 150-100 liter, kadang juga terbatas 50 liter saja, tergantung ketersediaan.

“Tetapi selalu takaran yang terbatas karena ini namanya racun. Dengan kekhawatiran bisa berdampak pada penyebaran racun yang berlebihan dilingkungan. Tetapi racun ini dipastikan akan mematikan anak belalang. Sedangkan alsintan yang digunakan dalam penyemprotan, kalau medannya agak sulit, terbuka dan tidak ada penduduk, kita gunakan drone. Karena takutnya penyebaran racun yang meluas.Tetapi yang biasanya kita gunakan, power sprayer atau mesin. Kemudian yang paling efektif digunakan didalam tanaman, menggunakan hand sprayer petani,”imbuhnya.

Pihaknya juga berharap melalui para Kepala Desa di setiap wilayah, ikut menggerakkan masyarakat serta petani yang ada, terutama di area sentral, supaya bisa membantu petugas pertanian dalam percepatan penanggulangan hama belalang kembara ini,”pungkasnya.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”