ALB Minta Kejari Langkat Periksa Oknum Kades Rumah Galuh Diduga Pungli BLTDD

Foto: ALB Minta Kejari Langkat Periksa Oknum Kades Rumah Galuh Diduga Pungli BLTDD. (Ist)

Langkat (matarajawali.id)- Koordinator Aliansi Langkat Bersatu (ALB) BG Ginting minta Kejari Langkat untuk memeriksa oknum Kades Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara

diduga melakukan Pungli Bantuan Langsung Tunia Dana Desa (BLTDD).

Menurut Koordinator ALB BG Ginting, oknum Kades Rumah Galuh berinisial JG ini telah menyalah gunakan kewenangannya sebagai Aparatur Desa diduga melakukan pungli dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) yang dibagikan pada tanggal 9 Mei 2022 dari pemerintah.

“Seharusnya seorang Kades selaku pamong desa sekaligus aparatur desa yang seharusnya mengayomi dan berupaya untuk mensejahterakan warganya, kok malah melukai hati warganya adanya dugaan melakukan pungli BLTDD warga yang memang berhak menerima secara utuh. Hak orang susah kok dipungli,” ujar Koordinator dan Admin ALB BG Ginting, Senin (06/6/2022).

Oknum JG ini diduga nekat melakukan pungli BLTDD dengan cara memotong dana bantuan yang seharusnya diterima warga Rp 900 ribu Namun oknum JG hanya menyerahkan dana BLTDD kepada warga penerima hanya senilai Rp200 ribu.

“Dimana oknum JG diduga kuat memakan hak warga miskin. Jadi kita berharap Kejari Langkat segera menindaklanjuti informasi ini sehingga para Kades/Calon Kades di Kabupaten Langkat ini tidak main-main lagi dalam menggunakan anggaran serta tidak melakukan pungli terhadap warga miskin,” tandasnya.

Sebagaimana informasi yang disampaikan ALB, jumlah warga penerima BLT yang dicairkan tanggal 09 Mei 2022 untuk warga Desa Rumah Galuh sementara yang dilaporkan dan diterima ALB sebanyak 41 warga penerima dan masih banyak lagi warga penerima lainnya.

Sementara itu, Kades Rumah Galuh JG saat dikonfirmasi terkait dugaan pungli dana BLT sebesar Rp700 ribu terhadap warga yang berhak menerimanya, baik lewat telphone WhatsApp +62 821-6213-xxxx, kendati berdering tapi tidak kunjung diangkat. Begitu juga saat dikonfirmasi melalui Chat WhatsApp hingga berita ini diterbitkan tak kunjung ada jawaban (Rtar)

BAGIKAN