LP3-SU Minta APH Periksa Oknum Kepala Sekolah Diduga Palsukan Data LPJ

Foto: Ilustrasi

Langkat (matarajawali.id)- Kepala Bidang Investigasi Lembaga Pemerhati Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LP3-SU) Putra Suwandi minta agar pihak aparat penegak hukum (APH) melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah yang melakukan pemalsuan data demi menggerogoti anggaran dana BOS.

Kamis (26/5/2022)

Menurut Putra, jika pihaknya lagi menyusun data dugaan keterlibatan oknum-oknum kepala sekolah yang selama ini melakukan kecurangan adminstrasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari tahun 2020 hingga tahun 2022 ini.

Sistim permainan kotor oknum kepala sekolah tersebut bervariasi, salah satunya ada yang melakukan kecurangan pada surat Pertanggung Jawaban tercatat laporan dan bukti pengeluaran namun realisasinya tidak ada sama sekali. hal tersebut di duga karna data bukti hanya modal Scanner alias palsu. kata Putra

Padahal baru-baru ini ditegaskan Sekda Kabupaten Langkat dr Indra Salahudin dalam kegiatan Supervisi Saber Pungli di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat oleh Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Sumatera Utara, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Selasa (24/5/2022).

jika Pungli bisa terjadi di sekitar kita. Praktik Pungli pada dunia pendidikan juga banyak terjadi dan harus menjadi perhatian kita bersama. ujarnya

Namun Ternyata bukan saja masalah pungli yang berbahaya di dunia pendidikan namun ada juga dugaan laporan pengeluaran palsu yang selama ini menjadi hal yang biasa untuk keuntungan dan memperkaya diri oknum-oinum kepala sekolah nakal tersebut.

Jika Bukti-bukti sudah lengkap rencananya akan kita serahkan semua kepada aparat penegak hukum terkait agar oknum-oknun nakal tersebut dapat bertanggung jawab atas perbuatan melanggar hukumnya selama ini. tidak perduli apakah yang bersangkutan masih menjabat atau sudah pensiun jika terbukti bersalah tentunya harus siap. ujar putra lagi

Saat ditanya wartawan mengenai siapa oknum-oknum kepala sekolah yang di duga melakukan perbuatan penipuan data laporan pertanggung jawaban dana BOS dari tahun 2020 sd 2022 ini.
“Hanya tersenyum sambil berucap sabar, tunggu saja tanggal mainnya”. ujar putra mengakhiri kata. (Rrat)

BAGIKAN