Lampung Tengah (matarajawali.id)- Tidak hanya melayani masyarakat dalam kebutuhan literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah siapkan sejumlah program unggulan. Apa saja program unggulan tersebut ?
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Lampung Tengah Guntur Sosiawan Napitupulu, SE menuturkan, Perpustakan Pemkab Lampung Tengah sudah berdiri sejak Kabupaten Lampung Tengah terpisah dari Kota Metro pada Tanggal 20 April 1999. Saat itu bersamaan dengan seluruh dinas-dinas yang ada terbentuk secara bersama-sama.
Dia melanjutkan, Perpustakaan Pemkab Lampung Tengah memiliki koleksi buku sebanyak 90 ribu. Buku-buku itu terdiri dari berbagai disiplin ilmu seperti bidang agama, pendidikan, dan seluruh apa yang dibutuhkan oleh masyarakat tersedia. Untuk pelajar dan mahasiswa tersedia berbagai buku literatur sesuai dengan tingkatan pendidikan.
Menurut Guntur, pengunjung Perpustakaan Pemkab Lampung Tengah rata-rata perhari mencapai 30 orang. Para pengunjung itu kebanyakan dari kalangan pelajar SLTP, SLTA dan mahasiswa. Tetapi ada juga masyarakat yang datang berkunjung untuk mencari buku yang dibutuhkan.
“Ada juga masyarakat luas yang ada buku yang dia cari untuk dibaca, dia mampir ke perpustakaan ini untuk mencari buku tersebut,” jelas Guntur, saat ditemui di ruang Kerjanya Jum’at (13/05/2022).
Masih kata Guntur, Perpustakaan Pemkab Lampung Tengah memiliki jam pelayanan seperti jam kerja kantor pada umunya. Yakni pukul 08.00 hingga 16.00 wib. Pelayanan yang tersedia selain buku-buku, juga ada perangkat komputer yang terkoneksi dengan internet. Perangkat komputer yang tersedia berjumlah 6 unit siap dipakai gratis.
Dia melanjutkan, semua orang bisa meminjam buku di Perpustakaan Pemkab Lampung Tengah. Dengan catatan harus terdaftar di keanggotaan perpustakaan, Untuk mendaftar keanggotaan syaratnya sangat mudah. Cukup datang ke perpustakaan kemudian didata, lalu dibuatkan kartu anggota digital.
“Selanjutnya bisa meminjam di perpustakaan ini,” jelasnya.
Diungkapkan Guntur, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Lampung Tengah memiliki sejumlah program. Ada yang sudah berjalan, ada juga yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Program yang sudah berjalan antara lain pelatihan untuk tenaga perpustakaan yang ada di kampung dan disekolah.
Selain itu ada juga program hari kunjung, yang pada saat pelaksanaan bisa dihadiri sampai dengan 500 sampai dengan 1000 orang. Untuk yang akan datang akan dilaksanakan program kegiatan gemar membaca selama 30 menit. Direncanakan program ini akan diluncurkan di Bulan Juni Tahun 2022 oleh Bupati Kabupaten Lampung Tengah Musa Ahmad.
Program gemar membaca selama 30 menit sudah di koordinasikan dengan perpustakaan nasional. Direncanakan pada saat peluncuran akan dihadiri oleh pihak perpustakaan nasional. Ditargetkan di Kabupaten Lampung Tengah sudah memiliki 70.000 keluarga yang sudah memiliki perpustakaan keluarga.
“Program ini akan kami lombakan diseluruh Kampung di Kabupaten Lampung Tengah,” imbuhnya.
Ditanya persiapan menjelang peluncuran program gemar membaca 30 menit Guntur menjelaskan, pihaknya sudah menerima photo dari masing-masing kampung. Photo dimaksud adalah photo ruangan perpustakaan keluarga, atau ruang pojok membaca. Sudah hampir 90 persen kecamatan sudah mengirimkan photo. Di setiap kampung wajib mengirimkan 50 sampai dengan 100 photo.
“Pengumuman pemenang bersamaan dengan peluncuran program gemar membaca 30 menit yang akan dilakukan oleh pak Bupati,” ujarnya.
Masih kata Guntur, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Lampung Tengah rutin berkontribusi dalam kegiatan BUNGA KAMPUNG (Bupati Ngantor di Kampung) di hari Kamis dan Jum’at. Dengan turut membuat stand, dan membuka perpustakaan mobile di lokasi pelaksanaan kegiatan BUNGA KAMPUNG.
Di perpustakaan mobile itu, siapapun bisa membaca secara gratis. Khusus untuk anak-anak akan disediakan susu gratis atau ada door prize. Dengan tujuan agar anak-anak tertarik untuk membaca.
Dia melanjutkan, Perpustakaan Pemkab Lampung Tengah kini sudah memiliki perpustakaan digital. Siapapun bisa membaca secara gratis. Perpustakaan digital itu bisa diakses dengan mengunduh aplikasi di play store. Aplikasi itu bernama E-Book Perpus Lampung.
“Walaupun masih terbatas beberapa judul buku. Setidaknya bisa diakses masyarakat yang tidak bisa hadir langsung ke perpustaakan,” kata Guntur.
Dilanjutkan Guntur, kami juga lebih mengedepankan “tranformasi berbasi inklusi”. Maksudnya, selain membaca hal-hal yang sifatnya positif, masyarakat juga bisa membaca buku-buku yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Contoh, mereka membaca buku bagaimana beternak ikan. Setelah mereka membaca buku itu mereka langsung praktek.
“Insha Allah kedepan, kami sudah mengusulkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang sudah membaca buku tersebut. Setelah membaca dan menerima masukan dari kami dan dari membaca buku. Sehingga mereka dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” pungkasnya. (Willy Dirgantara)







