DPRD Langkat Minta Plt Bupati Batalkan Pilkades

Foto: DPRD Langkat Minta Plt Bupati Batalkan Pilkades. (Rtr)

Langkat (Matajarawali.id)- Protes soal hasil tes bakal calon kepala desa Langkat yang baru-baru ini digelar oleh warga Desa Selayang Kecamatan Selesai di Kantor PMD Langkat mendapat atensi anggota dewan perwakilan rakyat (DPRD) Langkat.

Anggota DPRD Langkat M.Safi’i meminta Plt Bupati Langkat , TNI dan kepolisian untuk membatalkan pemilihan kepala desa yang bermasalah.

Hasil pengumuman seleksi yang dilakukan panitia kabupaten diduga dinodai kecurangan kata Safi’I, Rabu(11/5) di Stabat.

Safi’i mengungkapkan banyak peserta seleksi bakal calon kades berpendidikan S1 dan S2 yang nilainya dibawah mereka yang berpendidikan paket B dan C. Hasilnya penyandang gelar S1 dan S2 tidak menang padahal yang lainnya pendidikan formal saja tidak pernah diikutinya, katanya.

Lebih lanjut Safi’I, mengatakan ” 90 persen peserta seleksi mendapat nilai tertinggi dan ranking satu. Kita bukannya mengukur pola pikir mereka,cuma agak aneh juga wajar banyak yang protes”.

Kabupaten Langkat meyelenggarakan pemilihan kepala desa sebanyak 167 desa dari 240 desa. Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Langkat Dr.Doni Seta juga mengomentari hasil seleksi bakal calon kepala desa ini. Ia meminta untuk dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) agar jelas hasil seleksi ujian yang di lakukan panitia.

Kekisruhan hasil seleksi yang diadakan pihak panitia kabupaten dengan hasil kelulusan bakal calon kepala desa tidak boleh lebih dari 5 calon kepala desa. Sementara yang ikut pemilihan ada yang lebih dari 5 bakal calon seperti Desa selayang kecamatan selesai di ikuti 8 bacalon dan Desa Mekar Jaya Kecamata Sei Bingai yang diikuti 9 calon serta Desa-desa lainnya.

Bahkan untuk Desa mekar jaya kecamatan sei bingai terjadi kekisruhan yang lebih menjadi sorotan karna salah satu bacalon dengan nomor ujian 361 bernama liga SP di nyatakan lulus ujian seleksi di kabupaten yang di sampaikan oleh ketua panitia desa namun beberapa jam kemudian panitia menghubungi beliau kembali untuk mengatakan bahwasanya liga SP tidak termasuk yang di usulkan panitia pilkades mekar jaya.

Di duga jika panitia pilkades desa mekar jaya tidak profesional dalam menjalankan tugasnya karena untuk kepentingan kelompoknya meluluskan bacalon lain sedangkan bacalon yang seharusnya lulus dinyatakan gagal dengan alasan yang tidak masuk akal.

Hal tersebut di ketahui hingga saat ini calon pilkades mekar jaya masih belum jelas siapa yang lulus di saat desa-desa lainnya sudah pemilihan nomor urut.

Terkait permasalahan bacalon Desa mekar jaya wartawan mencoba konfirmasi ketua panitia Desa untuk konfermasi yang lulus menjadi calon pilkades via telpon namun jawabnya “besok baru di umumkan dan data belum di ambil ke kecamatan, lupa saya. ujarnya singkat menutup komunikasi.(Rtar)