Sumba Barat Daya (matarajawali.id)- Pasca libur lebaran dihari pertama dan kedua Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk) dipadati warga yang mengurus administrasi kependudukan.
Kadis Dispenduk memberikan arahan kepada seluruh masyarakat agar sepanjang mengurus dokumen kependudukan, tetap tertib dan saling memahami dengan berbagai keterbatasan, Selasa (10/5/2022).
Demikian disampaikan oleh Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk) ia memberikan arahan secara terbuka kepada seluruh masyarakat saat pelayanan di Kantor Dispenduk, kondisi seperti ini terhimpun dari kemarin dan menjadi kondisi hari kedua setelah libur cuti lebaran dengan membludaknya masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan.
“Terutama saat tahun pelajaran baru sangat berpengaruh besar terhadap kondisi ini.
Dan untuk diketahui bersama, dalam pelayanan ada tiga komponen utama yang membuat situasi ini begitu tinggi masyarakat yang datang pengurusan dokumen kependudukan.
Yang pertama sekali akibat kurang lebih satu Minggu libur lebaran membuat banyak masyarakat yang tertunda dalam pengurusan administrasi kependudukan.
“Yang kedua, kita ketahui bersama bahwa beberapa hari Minggu yang lalu, ada pengumuman kelulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SMA/MA/SMK) banyak siswa yang telah mencapai umur 17 tahun dan juga yang berupaya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yang datang dan hadir untuk mengurus administrasi kependudukan terutama KTP.
“Yang ketiga, terkait dengan banyaknya bantuan-bantuan. Dah hal yang ketiga ini menjadi perhatian kita bersama.
Terkait dengan banyaknya bantuan dari pemerintah, sebenarnya ada cukup banyak waktu untuk mempersiapkan diri dalam hal kelengkapan administrasi kependudukan, terutama NIK yang tidak lengkap dan dokumen lainnya.
“Tetapi ini kondisi yang sering terjadi, ketika dapat bantuan dulu baru sibuk mengurusnya.
Melalui kesempatan ini, saya berharap agar ketika sudah mencapai usia 17 tahun dan telah berkeluarga, wajib dan segeralah untuk mengurus kelengkapan administrasi kependudukan.
“Karena layanan kependudukan banyak disini, bukan hanya KTP atau KK dan akta saja (akta kelahiran, akta nikah, akta meninggal). Dan semua itu sumbernya adalah Kartu Keluarga, silakan mengurusnya.
Dari akumulasi tigal hal pokok tadi, mengapa kita harus berdesak-desakan disini, karena itu.
“Sehingga saya meminta dengan hormat, referensi cukup kemarin dalam pelayanan sesuai target, menurut laporan dari staf saya, kurang lebih 200 orang.
“Target Itupun diluar pada jam kantor, karena dari pagi sampai jam enam baru kami pulang. Dan itu sudah mencapai standar 200 orang perharinya.
Kalau begitu, dipahami sungguh, karena jam kantor saya sampai jam tiga saja. Dan evaluasi sementara saya, menambah dua jam hingga pelayanan sampai jam lima dengan target 150 orang perharinya.
“Dan terkait yang masuk dalam kategori target 150 orang perharinya. Skala perioritas, yang pertama pelayanan BPJS, kedua, urusan anak kuliah atau lanjut, dan yang ketiga urusan bantuan.
“Dan bantuan yang dimaksud ada klasifikasinya, yaitu bantuan yang terdesak dan bantuan yang masih membutuhkan waktu untuk proses implementasi bantuan itu dibutuhkan dokumen-dokumen.
Dan terkait dengan bantuan yang dimaksudkan, kami telah berkolaborasi dengan beberapa OPD, terutama Dinas Sosial. Kemudian setiap hari kami melakukan koordinasi dan konsultasi terkait dengan penertiban administrasi kependudukan, terutama keaktifan NIK.
“Jadi saya minta tolong dan mohon, persiapkan dirimu dari awal, jangan menunggu sudah membutuhkan dan terdesak baru mengurusnya.
Dari target 150 orang yang dimaksud perharinya, mulai besok saya membuka dan silakan mendaftarkan diri berdasarkan nomor urut melalui loket yang telah disiapkan.
“Artinya, tidak berarti yang tidak mendaftar hari ini lalu terabaikan. Apabila mendaftar kita mentaati sesuai nomor urut, tentu tidak akan ada yang tertinggal.
“Karena kita tidak akan mungkin kembali dalam pelayanan pola terlama yang seperti dulu, satu dua Minggu baru bisa mendapatkan hasilnya karena pelayanan belum diatur seperti sekarang ini.
Lebih lanjut, ia mengatakan dari target 150 yang kita capai setiap harinya, tentu akan semakin berkurang dan semakin berkembang pelayanan.
“Karena dari data terkini, ada 31722 . Dari data itu tidak mungkin setiap harinya yang datang. Palingan yang datang pindah atau yang baru lahir itu saja.
Sebagai penutup, tidak mengurangi rasa hormat yang hadir saat ini, jika informasi ini diakses dengan baik menjadi bagian dari Dinas Kependudukan. Dan saya berterimakasih kepada masyarakat, agar informasi ini bisa mengikuti dengan baik dan menindaklanjuti dalam konteks pelayanan.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”







