Langkat (matarajawali.id)- Petani soroti keberadaan dua alat pertanian modern bernilai hampir 1 Miliar. Awalnya alat yang diusulkan salah satu Kelompok Tani (Poktan) yang tergabung di dalam Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) Orizasativa yang ada di Desa Pasar Rawa Kecamatan Gebang , Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut).
Bantuan ini bersumber dari Anggaran APBN lewat usulan aspirasi masyarakat petani, dengan memanfaatkan hubungan kedekatan dengan Anggota DPR RI di Senayan Jakarta , sudah beberapa kali memberikan kontribusi bagi masyarakat petani di Kecamatan Gebang.
Dari informasi yang berhasil di himpunan wartawan, Awalnya mimpi petani terealisasi dengan ada alat pertanian modern berupa Mesin Perontok Padi (Power Theresher) dan Mesin modern pengolah tanah roda empat bertujuan untuk mengolah tanah di sawah, selama ini juga di harapkan bisa mengurangi atau menekan kost produksi pertanian, dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani di Desa Pasar Rawa ternyata tidak berlangsung lama.
Menurut masyarakat, jika kedua alat pertanian yang bernilai hampir Miliaran tersebut sampai saat ini tidak di ketahui keberadaannya, apakah di simpan rusak dalam gudang ataukah di kontrakkan ke luar daerah, ataukah mungkin saja di kembalikan ke asal muasalnya.
Rabu ( 13/4/2022).
Hal inilah yang menjadi pertanyaan dan menarik perhatian juga merugikan masyarakat petani, Terlebih-lebih Almarhum Erwin selaku Ketua Gapoktan Orizasativa sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.
Pairin selaku Bendahara Gapoktan Orizasativa ketika di konfirmasi terkait keberadaan dua alat tersebut mengatakan, Untuk alat perontok padi kabar nya rusak sewaktu kerja di Aceh, jadi tidak bisa di bawa pulang.
Sementara untuk mesin pengolah tanah yang ada setir nya kabar nya di kembalikan ke Dinas Pertanian, kabar nya. Erwin Ketua Gapoktan Orizasativa kan sudah meninggal, cobalah tanyakan ke Fadli Sekretaris Gapoktan Orizasativa, kata Pairin.
Menurut masyarakat alat tersebut di terima baru (mentah) oleh Gapoktan Orizasativa bahkan mesin perontok padi modern tersebut di gunakan untuk mamanen padi petani, dan Mesin pengolah tanah roda empat juga sempat di gunakan untuk mengolah tanah persawahan petani di Desa Pasar Rawa.
M selaku tetangga Almarhum Erwin yang juga petani ketika di konfirmasi mengenai keberadaan dua alat pertanian modern tersebut mengatakan, “Menurut kabar nya di kembalikan, begitupun coba tanyakan ke Fadli , karena atas nama kelompoknya yang memohon”. ucap M.
Masyarakat petani hingga kini mempertanyakan keberadaan kedua alat pertanian yang di kelola oleh Gapoktan Orizasativa bahkan menduga, selain bantuan tersebut bahwa banyaknya bantuan alat pertanian di terima petani lewat Gapoktan di Kecamatan Gebang ternyata manfaat dan keuntungannya hanya di nikmati untuk pengurusnya saja. dalam arti masyarakat petani yang tergabung dalam kelompok tani hanya atas nama atau sekedar simbol untuk menjolok bantuan usulan lewat proposal saja. ujar masyarakat kesal
Hingga berita ini naik kepermukaan tidak ada satupun dari pihak terkait yang berhasil di konfermasi. (Rtar)







