Ratusan Warga Langkat Gelar Aksi, Dikarenakan di Tuding Curi Arus Listrik dan Serobot Lahan PTPN II

Foto: Ratusan Warga Langkat Gelar Aksi, Dikarenakan di Tuding Curi Arus Listrik dan Serobot Lahan PTPN II. (Ist)

Langkat (matarajawali.id)- Ratusan Warga protes dan kecewa karena dituding oknum -oknum menyerobot lahan aset PTPN II dan akhirnya berkumpul menyatakan sikap di lapangan bola, depan Rumah Sakit PTPN II Tanjung Selamat, Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat (Sumut). Kamis (7/4/2022)

Budiman perwakilan warga menyampaikan, jika awal berdirinya bangunan di atas lahan yang diklaim milik HGU PTPN II itu berdasarkan surat pinjam pakai lahan di sepanjang jalan untuk dijadikan pasar desa.

“Sembilan kepala desa dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Padang Tualang, Batang Serangan, dan Sawit Sebrang telah melayangkan surat permohonan pinjam pakai lahan kepada pihak PTPN II sejak 2020,” Ujarnya

Lebih lanjut, Adanya oknum-oknum yang menuding beberapa warga mencuri arus listrik PlN itu semua tidaklah benar, Sebab belum terpasangnya KWH meteran beberpa warga karena terganjal permasalahan silang sengketa lahan antara PTPN II dengan PT PLN menjadi alasan pihak PT PLN ULP Tanjung Pura tidak berani memasang KWH meteran pada bangunan. katanya lagi

Jika ada pemasangan listrik PLN pada bangunan yang dimohonkan masyarakat namun belum terpasang KWH meteran tetap dilakukan oleh petugas PLN sendiri.

Di tambahkan Lina, warga Desa Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan mengatakan, sangat kecewa atas bahasa di sosmed YouTube maupun pemberitaan negatif kepada pak kornel.

“Kami sangat kecewa karna kami tidak pernah membayar sepeser pun kepada Pak Kornel dan Pak Kornel tidak pernah minta duit ke kami. Ingat, kami selaku masyarakat akan menuntut oknum-oknum yang telah menjelek-jelekkan Pak Dewan kami,” ujarnya kesal

Di tempat yang sama, Kornel Sembiring, selaku anggota DPRD Langkat, dari Komisi C mengatakan, sebagai anggota DPRD Langkat dari Dapilnya itu, pihaknya merasa terpanggil ikut campur dalam hal ini sebatas menampung aspirasi masyarakat. Termasuk bagi pelaku UMKM yang saat ini butuh perhatian dari pemerintah, demi peningkatan ekonomi masyarakat.

laporan UMKM kepadanya, sebagian UMKM ada yang belum memasang aliran listrik dari pihak PT PLN. Hal itu karena adanya laporan keberatan dari oknum pihak PTPN II yang menyurati dan melarang pihak PT PLN agar tidak memberikan ijin bagi warga pelaku UMKM yang ingin masuk listrik sebagai pelanggan.

“Saya perjelas jika ada tudingan negatif yang akhir-akhir ini beredar tidaklah benar, karna saya tidak pernah memungut uang sepeser pun kepada,” katanya lagi mengakhiri

Setelah menyampaikan aspirasi akhirnya ratusan warga membubarkan diri dengan tertib sambil terdengar teriakan dan sambutan warga. ” Pak kornel, dua priode”. (Rtar)