Kodi Utara (matarajawali.id)- Penyerangan dan kekerasan yang di lakukan oleh rombongan Kampung Homba Kawica, Desa Onggol, Kecamatan Kodi yang terjadi di lokasi kebun, Kampung Kalembu Laba, Desa Hoha Wungo, Kecamatan Kodi Utara pada Hari Selasa Tanggal (22/3/2022) sekitar pukul 16.00 Wita
Mengakibatkan dua orang korban, dimana Lorensius Lere Deta luka pada bagian betis kanan bekas busur panah dan Agustinus Malo Ngedo, luka pada bagian telapak kaki kanan. Kejadian ini, pihak korban telah melaporkan ke Mapolsek Kori dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/04/III/2022/Polda NTT/Res. SBD/Sek.KUD, tanggal 23/3/2022.
Namun sampai saat ini, pihak Kepolisian belum juga berhasil mengamankan para pelakunya. Sehingga pihak korban bersama keluarga meminta dan berharap kepada pihak kepolisian agar secepatnya mengambil tindakan. Karena jika tidak diamankan, sangat berpotensi akan menganggu aktivitas dan kenyamanan.
Adapun nama-nama pelaku dan terduga.
1.Gregorius Radu Bani (GRB);
2. Paulus Ra Mone (PRM);
3. Markus Muda Kondo ( MMK);
4. Agustinus Rangga Homba (ARH);
5. Gregorius Radu Gheda (GRG);
6. Rato Bone (RB), Alamat Kandaghu Tana;
7. Pati Laura ( PL), alamat Kampung Marada Katira.Desa Moro Manduyo, Kecamatan Kodi Utara.
Sedangkan dari poin satu sampai pada poin ke lima berada pada alamat yang sama, yaitu Kampung Homba Kawica, Desa Onggol, Kecamatan Kodi.
Demikian diungkap oleh korban Lorensius Lere Deta pada media ini, Senin, (4/4/2022), kronologi kejadian, berawal saat korban bersama dengan anak-anaknya sementara melalukan penyemprotan rumput dikebun dan menanam jagung.
“Sedangkan lainnya sementara menanam jagung, tiba-tiba rombongan dari Kampung Homba Kawica, Desa Onggol Kecamatan Kodi langsung mencaci maki tanpa alasan.
“Ketika tidak direspon saat mereka mencaci maki, semua rombongan bersama pelaku dan terduga menyerang dan mengayunkan busur panah hingga mengakibatkan dua orang korban.
“Korban dari penyerangan itu, Lorensius Lere Deta mengalami luka pada bagian betis kanan. Sedangkan Agustinus Malo Ngedo mengalami luka di bagian telapak kaki,”jelasnya.
Dari insiden tersebut, tanpa adanya perlawanan pihaknya berusaha mencari keselamatan dengan melarikan diri bersama anak dan keluarga.
“Karena jarak rumah tempat tinggal dengan kebun atau sawah tempat kejadian perkara, jaraknya kurang lebih 500 meter.
“Setelah luput menyelamatkan diri, pihaknya langsung dilarikan ke Puskesmas Bila Cenge untuk menjalani perawatan,”ujarnya.
Dari kejadian yang meresahkan itu, pihaknya sangat yakin dan percaya kepada Kepolisian agar para pelaku dan terduga dalam penyerangan itu, secepatnya bisa di amankan dan diproses sesuai aturan yang berlaku,”harapnya.
Dan sampai saat ini para pelaku dan terduga lainnya kalau dari
pagi hari sampai siang mereka ada di kebun. Sedangkan pada malam harinya mereka berada di Kampung Homba Kawica. Karena jika belum juga di amankan, akan sangat berpotensi mengganggu aktivitas dan kenyamanan kami,”tegasnya.
Padahal sesungguhnya kebun yang kami bersihkan sudah sekian tahun kami garap, baik menanami padi dan jagung maupun tanaman umur panjang melainkan bukan tanah sengketa,”imbuhnya.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”







