BEM STKIP Weetabula Bersama Polsek Kodi Utara Edukasi Tertib Berlalulintas Kepada Masyarakat

Foto: BEM STKIP Weetabula Bersama Polsek Kodi Kori Edukasi Tertib Berlalulintas Kepada Masyarakat. (Rovyn Tenge)

Kodi Utara (matarajawali.id) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Weetabula bersama Polsek Kori berupaya melakukan inisiasi edukasi tertib lalulintas kepada masyarakat atas kepedulian, karena semakin meningkatnya kasus pelanggaran dan angka kecelakaan lalulintas umumnya di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kegiatan sosialisasi tertib lalulintas ini berlangsung disimpang Pasar Kori, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Sabtu (19/3/2022).

Dalam kegiatan ini dilakukan orasi tertib lalulintas kemudian dilanjutkan dengan memasang stiker di setiap pengendara sepeda motor yang berisi tentang nasehat dan anjuran tertib berlalulintas.

Demikian diungkap oleh Ketua BEM STKIP Patrisius Nixon Rivon Lubil, Kepedulian ini dilakukan karena rawannya kasus pelanggaran dan angka kecelakaan lalulintas di SBD. Karena selain informasi yang kami dapatkan dari berbagai sumber maupun kejadian yang dapat kami saksikan secara langsung, betul sangat memprihatinkan.

“Faktor utamanya, tingkat kesadaran masyarakat tentang keamanan dan ketertiban berlalulintas masih sangat minim, itu terbukti disaat sosialisasi, ternyata banyak yang ditemui, seperti tidak memakai helm saat berkendara, laju kecepatan yang tinggi,bonceng tiga orang, rem bolong, lampu utama dan lampu sein tidak lengkap bahkan nihil, knalpot blessing serta bicara terkait kelengkapan lainnya, seperti SIM, STNK dan BPKB,”jelasnya.

Lewat edukasi dan implementasi ini, pihaknya bersama Polsek Kori berharap bisa meminimalisir kemanan dan ketertiban setiap masyarakat dan pengendara dalam berlalulintas serta semakin sadar akan tanggungjawab dan kewajibannya sebagai pengendara sehingga keselamatan bersama selalu terjaga,”pungkasnya.

Disamping itu, dikatakan oleh Ketua UKM Sepak Bola BEM STKIP Weetebula, Alfonsus Bokol, Prodi PGSD semester enam, alasan dilakukannya sosialisasi tertib lalulintas di wilayah Kodi Utara karena rawannya kecelakaan lalulintas.

“Penyebabnya, tingkat kesadaran masyarakat dan pengendara disini masih sangat minim, terbukti banyak yang ditemui selain boncengan tiga orang, juga tidak memakai helm. Dan rata-rata yang terjadi selama ini, helm bisa dipakai hanya karena takut Polisi yang sedang beroperasi melainkan bukan takut akan keselamatan diri,”tutupnya.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”

BAGIKAN