300 Rumah di Lamteng Dapat Bantuan Bedah Rumah

Foto: 300 Rumah di Lamteng Dapat Bantuan Bedah Rumah. (Willy)

Lampung Tengah (matarajawali.id)- Program bedah rumah di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2022 ini disasar untuk 300 unit rumah. Elemen masyarakat berkomitmen akan memantau program ini.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kadis Perkim Lamteng Veny Libriyanto mengatakan, di Tahun 2022 direncanakan akan menyasar 300 unit rumah warga. Rumah yang menjadi sasaran bedah rumah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah.

Dia mengungkapkan, dari target 300 unit rumah yang akan dibedah sebanyak 200 unit dananya berasal dari Pemerintah Pusat. Sedangkan 100 unit rumah yang akan dibedah, dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Rumah warga yang diusulkan akan dibedah di Tahun 2022 ini, sudah tercatat di Dinas Perkim. Tetapi ada prosedur verifikasi dari pihaknya, untuk memastikan rumah warga tersebut benar-benar tidak layak dan harus direnovasi.

“Semua usulan kami verifikasi sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan dana bedah rumah,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/02/2022).

Masih kata Veny, nominal yang akan diterima warga yang mendapat bantuan bedah rumah sebanyak 15 juta rupiah untuk beli material, dan 2,5 juta rupiah untuk biaya upah tukang. Totalnya sebanyak 17,5 juta rupiah.

“Memang jumlah tersebut masih kurang. Setidaknya sudah membantu meringankan biaya untuk merenovasi rumahnya,” tutup Veny.

Program bedah rumah diakui warga penerima bantuan dinilai sangat bermanfaat. Warga Lingkungan II Kelurahan Yukum Jaya Kecamatan Terbanggi Besar Sabarudin mengatakan, dia pernah menerima bantuan program bedah rumah di Tahun 2020 lalu.

Dituturkan Sabarudin, bantuan bedah rumah cukup membantu meringankan biaya renovasi rumahnya. Rumah miliknya yang awalnya berdindingkan gedek bambu, kini berubah menjadi dinding bata merah.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bantuan biaya bedah rumah untuk merenovasi rumah miliknya memang tidak cukup. Kemudian dia mengupayakan tambahan biaya sendiri. Kendati demkian, dia bersyukur mendapat bantuan bedah rumah.

“Memang bantuan itu nilainya gak cukup. Tapi keluarga kami senang, karena sudah lumayan meringankan,” ujar Sabarudin.

Untuk mensiasati agar biaya pembangunan seminimal mungkin, renovasi rumah miliknya dilakukan bergotong royong bersama beberapa orang saudaranya. Dengan demikian, biaya tambahan renovasi rumahnya bisa ditekan.

Ditempat terpisah, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Kabupaten Lampung Tengah Ahmat Basuri mengatakan, lembaganya berkomitmen untuk mengawal program bantuan bedah rumah.

Ditemui di sekretariat LSM GMCTA di kelurahan Bandar Jaya Timur, pria yang dikenal cukup kritis ini menilai, program bantuan bedah rumah merupakan program yang sangat membantu masyarakat. Tetapi perlu juga dipantau agar pelaksanaan dilapangan berjalan dengan tepat.

“Program ini sudah bagus. Walaupun begitu, sebagai lembaga ad hoc kami berkomitmen untuk mengawal,” pungkasnya. (Willy dirgantara)