
Langkat (Matarajawali.id)- 35 kepala keluarga pemilik areal pertanian dan perkebunan rakyat yang berada di Desa Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumut, menginap di halaman Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Langkat di Stabat. Selasa (15/2/2022)
Mereka berharap adanya titik terang dengan pihak DPRD Langkat mengenai solusi lahan pertanian warga yang terendam Genangan air, diduga akibat adanya bendungan PT. Thong Langkat Energi (PLE) yang di bangun di hulu sei. wampu.
Meidi Kembaren selaku Ketua DPC Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Kabupaten Langkat, yang saat itu mendapingi warga terkait belum adanya kesepakatan antara warga dengan pihak PT. TLE, menyampaikan, sudah dua bulan sebelumnya, tanaman petani terendam air akibat dampak pembangunan tanggul PT. TLE, dan kini petani tidak bisa lagi memanen hasil perkebunan milik mereka.
“Dulu masyarakat biasa mengkonsumsi air bersih bersumber dari mata air yang ada di sungai. Namun kini mereka tidak bisa lagi memanfaatkan sumber air bersih tersebut, yang diakibatkan sumber mata air tersebut sudah terbenam dengan ketinggian debit air dari dampak pembangunan tanggul/bendungan.
Untuk itu warga mengadukan nasib mereka ini ke DPRD agar ada solusi kesepakatan saling menguntungkan.
(ROBBY)






