Kadula (matarajawali.id)- Menjelang pasola atau perang tanding diatas kuda, Rato Adat Marapu Kampung Tosi, Dinga Loghe bersama rekannya Pote Deta dan Robertus Rangga Mone bersilaturahmi dengan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete diruang kerjanya untuk meminta agar berpartisipasi dalam persiapan Pasola, Senin (24/1/2022)
Kegiatan Pasola atau perang tanding di atas kuda merupakan ritual adat masyarakat Kodi dan pada umumnya masyarakat Sumba yang berlangsung setiap tahunnya sebelum paska panen. Kegiatan Pasola ini merupakan satu-satunya ritual adat budaya perang tanding diatas kuda yang ada di dunia.
Selaku Rato Adat dari Kampung Tosi, Dinga Loghe, ketika diwawancarai di ruangan Sekretaris Bupati SBD, menjelaskan bahwa Pasola merupakan salah satu kegiatan adat yang dilakukan oleh masyarakat kodi yang menganut aliran kepercayaan Marapu.
“Sedangkan syaratnya dalam perang tanding amunisinya menggunakan lembing kayu yang berukuran kurang lebih 1,30 cm yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kubu atau kelompok yang berlawanan. Dan sebelum Pasola, Rato Adat harus melakukan ritual adat dalam pelaksanaan pasola,”imbuhnya.
Disamping itu, demi menjaga berjalan kegiatan Pasola dirinya meminta partisipasinya kepada Pemda SBD melalui Bupati, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial dan Lembaga DPRD agar sebelum Pasola dalam waktu dekat bisa dibersihkan area Pasola pertama Bondo Kawango, Ghinda Kamba dan Pasola Rara Winyo yang terletak di Desa Wura Homba, Kecamatan Kodi.
Selain itu juga, dirinya meminta dan berharap kepada, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete melalui Dinas Pariwisata agar tahun ini bisa membangun sejenis Vila dan pondok rekreasi dipinggir pantai terlebih khusus di Ghinda Kamba dengan tujuan agar ada tempat penginapan bagi tamu terutama tamu-tamu asing.
Ia berharap salah satu faktor pendukung atau daya tarik bagi pengunjung atau wisatawan, apalagi ada program pemerintah yang namanya tujuh jembatan emas (7JE) salah satunya desa pariwisata, jadi sudah sangat mendukung apabila secepatnya terjadi.
” Terkait jadwal Pasola Bondo Kawango dan Rara Winyo lebih lanjutnya akan diumumkan, tetapi dalam waktu dekat atau paling lambat awal bulan Februari akan ada pertemuan dengan Tokoh Adat bersama Pemda SBD melalui Dinas Pariwisata dan Lembaga DPRD untuk diketahui bersama jadwal resminya,”tutupnya.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”






