Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Dua Puskesmas Gelar Vaksinasi Massal

Foto: Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Dua Puskesmas Gelar Vaksinasi Massal. (Ist)

Kodi Utara (matarajawali.id)- Pelayanan Vaksinasi Massal tahap pertama dan tahap kedua ini merupakan bantuan dari Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menekan Lonjakan Covid-19 sesuai intruksi Presiden dimana vaksinasi seluruh Indonesia pada akhir bulan Desember telah mencapai target 70%.

Vaksinasi massal ini ada dua sekolah, dimana Sekolah Menengah Atas Katholik (SMAK) Santa Maria Assumpta (Sanmar) Homba Karipit dan Sekolah Menengah Pertama Katholik (SMPK) Wona Kaka serta masyarakat umum.

Sistim pelayanan Vaksinasi dibagi dalam dua bagian, Vaksin untuk pelajar SMAK Sanmar Homba Karipit ditangani langsung oleh pihak Puskesmas Kori Sedangkan Vaksin untuk pelajar SMPK Wona Kaka ditangani langsung oleh pihak Puskesmas Bila Cenge.

Adapun uraian kegiatan dalam pelayanan Vaksinasi massal, yang pertama pendaftaran setelah itu Screening kemudian dilanjutkan Vaksinasi serta observasi.

Berdasarkan jumlah keseluruhan penerima Vaksinasi massal dari awal mulai pada pukul 08:00 WITA sampai selesai pada pukul 17:30 WITA gabung pelajar dan masyarakat berjumlah 1043 orang.

Rincian, Untuk Puskesmas Kori berjumlah 590 orang dengan dosis tahap pertama sebanyak 10 orang dan dosis tahap kedua sebanyak 560 orang dan jenis Vaksin yang digunakan Sinovac sedangkan jumlah dosis yang terpakai sebanyak 57 Vial.

Dari sisa 20 orang menggunakan Vaksin jenis Astra Zeneca dengan rincian dosis, tahap pertama sebanyak 17 orang dan dosis tahap kedua sebanyak 3 orang serta dosis yang terpakai sebanyak 2 Vial.

Sedangkan untuk Puskesmas Bila Cenge berjumlah 453 orang dengan dosis tahap pertama berjumlah 238 orang sedangkan dosis tahap kedua berjumlah 215 orang.

“Jenis Vaksin yang digunakan Sinovac serta dosis yang terpakai, 2 dosis sebanyak 166 Vial dan 10 dosis sebanyak 11 Vial.

Pelayanan Vaksinasi massal ini berjalan lancar dan berlokasi di SMAK Sanmar Homba Karipit, Dusun I, Desa Homba Karipit, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 16/12/ 2021.

Adapun yang terlihat hadir dalam kesempatan itu, Kasat Lantas Polres Sumba Barat Daya, Iptu. I Wayan Suardika, SH bersama anggota, Kapolsek Kodi Utara,
Ipda. Victor Hendra Nana, Kanit Reskrim Polsek Kodi Utara, Oris Ndiwal dan Kanit Intel, Buce Taopan serta Babinkamtibmas, Damianus Wonasoba.

Juga sempat hadir, Danramil 1629-02/Kodi Kapten Infantri. Tohir Yuswan Putra beserta tiga orang anggota Babinsa Kodi Utara, Sertu. Nyoman Oscar Moa, Sertu. Gaudensius Bria dan Serda. Hariyanto.

Serta Kepala Puskesmas (Kapus) Kori, Stepania Maria Goreti Kaka, A.Md.Kep bersama 13 orang petugas kesehatan dan Kepala Puskesmas (Kapus) Bila Cenge, Margaretha Lipa Rebon, AMK bersama 10 orang petugas kesehatan.

Sempat hadir juga dewan guru SMAK Sanmar Homba Karipit serta Kepala Sekolah (Kepsek) SMPK Wona Kaka, Vinsensius Ngongo Righuta, S.Ag bersama dewan guru dan pelajar, masyarakat yang diVaksin dan insan pers.

Disamping itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polisi Resort (Polres) Sumba Barat Daya (SBD), Iptu. I Wayan Suardika, SH, mengatakan kegiatan vaksinasi hari ini diutamakan untuk pelajar SMA dan SMP dengan target 1.000 sampai 1.500 orang.

Dan yang paling terbanyak hari ini adalah Vaksin tahap kedua karena menurut informasi kemaren Vaksin yang dilaksanakan oleh BIN kurang lebih 400 sampai 500 orang khusus untuk SMA.

“Dan untuk sementara khusus pelajar SMP kita dahulukan Vaksin tahap pertama sedangkan Vaksin keduanya belakangan, karena untuk sementara kita kejar target Sedangkan untuk pelajar SMA kita laksanakan Vaksin tahap kedua,”jelasnya.

Sehingga sasaran untuk wilayah Kabupaten (SBD) sesuai perintah Presiden sampai akhir bulan Desember 2021 bisa mencapai 70%.

Jadi seluruh wilayah kabupaten/Kota dan Provinsi pada akhir bulan Desember ini harus bisa mencapai target 70%.

Sedangkan dosis yang paling banyak digunakan untuk pelajar SMP dan SMA Sinovac, karena umurnya dibawah 18 tahun,”jelasnya.

Sebagai informasi sementara sampai dengan hari Rabu 15/12/2021 Vaksin keseluruhan wilayah Kabupaten SBD sudah mencapai angka 67,12%, kita tinggal kejar 3% untuk memenuhi target 70%,”kata Iptu.I Wayan.

Vaksinasi massal ini, lebih banyak dilaksanakan oleh Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Provinsi NTT, karena mereka memiliki stok Vaksin.

Sedangkan kami dari pihak Polres SBD sifatnya mendukung dan membantu untuk memperlancar kegiatan vaksin ini,”tuturnya.

Sebelum turun dilapangan, kami terlebih dahulu melalukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Bila Cenge dan Puskesmas Kori agar supaya dilaksanakan di satu tempat dimana terpusat di SMA Sanmar Homba Karipit ini. “Sedangkan khusus untuk pelajar SMA dilayani oleh Puskesmas Kori sedangkan pelajar SMP dilayani oleh Puskesmas Bila Cenge,”imbuhnya

Sedangkan khusus diluar pelajar, jika nantinya dosis vaksinasi masih tersisa dan waktunya masih ada, kemudian dari pihak Faskes Puskesmas Kori dan Puskesmas Bila Cenge bersedia, silakan, kita tetap akan melayani,”kata dia.

Karena murid SMP ada sekitar 500 orang jadi kita targetkan hari ini untuk vaksinasi pertama sekitar 200 sampai 300 orang.

Kemudian harapan kita kedepan sesuai dengan arahan Bapak Presiden, Kenapa Vaksinasi itu dilaksanakan di seluruh Indonesia minimal 70%. “Artinya, kalau masyarakat sudah diVaksin dan mencapai target 70 % berarti untuk terinfeksi atau terkena virus baru kemungkinanya kecil.

Seperti sekarang ada kasus baru dari Afrika, untuk seluruh Indonesia sudah terdeteksi namun belum ada yang terinfeksi virusnya.

“Karena masing-masing sudah mempunyai kekebalan tubuh, jadi kalau hanya 25% untuk menularkan ke orang lain itu kecil, maka dari itu setelah nanti tercapai ini 70%, kemungkinan juga nantinya akan dilaksanakan Vaksin untuk anak-anak balita dibawah umur 7 tahun akan divaksin keseluruhan tetapi masih bertahap sehingga Indonesia terbebas dari Covid-19 walaupun muncul virus atau varian baru setidaknya kita sudah bisa mengatasi.

Dengan demikian sekalipun kita sudah Vaksin, kita tidak bisa terlepas dari prokes, terutama harus menggunakan masker dan 3 M.

Karna sesuai pengamatan, banyak sekolah-sekolah dan
masyarakat yang tidak memakai masker lagi, jadi kita harapkan tetap ketat. Karena virus itu sifatnya berubah-berubah jadi jangan mengganggap bahwa kita sudah divaksin dan mengatakan kekebalan tubuh sudah ada, tetapi itu tidak, karena virus itu bisa masuk apabila kita lalai misalnya kita pas kondisi badan lemah atau pas kita sakit, disitu Virus sangat mudah masuk,”Pungkasnya.

Sebagai informasi, Pihak Puskesmas Bila Cenge menyampaikan kepada Bapak/ibu guru khususnya pelajar SMPK Wona Kaka yang belum sempat melakukan Vaksinasi hari ini, agar hari Sabtu pagi 18/12/2021 datang untuk diVaksin dan lokasi pelayanan di SMPK Wona Kaka.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”