Instruksi Gotong Royong di Kelurahan Bandar Jaya Barat Diacuhkan Warga

Foto: Instruksi Gotong Royong di Kelurahan Bandar Jaya Barat Diacuhkan Warga. (Ist)

Lampung Tengah (matarajawali.id) – Kegiatan gotong royong di Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, hari ini Minggu  (12/12/2021) kurang direspon warga. Partisipasi warga untuk bergotong royong cukup memprihatinkan.

Gotong royong di Kelurahan Bandar Jaya Barat hari ini, dilaksanakan serentak di 5 lingkungan Kelurahan setempat. Pemantauan awak media, mendapati kenyataan antusiasme warga untuk ikut kegiatan gotong royong sangat minim. Jumlah warga yang ikut bergotong royong tidak banyak.

Kepala Lingkungan III Kelurahan Bandar Jaya Barat Mulyadi, SH mengakui, peran serta warga di lingkungannya untuk kegiatan gotong royong masih jauh dari harapan. Keterlibatan warganya belum maksimal.

Menurut Mulyadi, sebagai Kepala Lingkungan III dia sudah lama menghimbau warganya untuk mengadakan kegiatan gotong royong. Himbauan itu bahkan disampaikan secara tertulis kepada para Ketua RT sejak sebulan yang lalu.

Himbauan agar mengadakan kegiatan gotong royong, lanjut Mulyadi, karena belajar dari pengalaman kejadian banjir di Bandar Jaya Barat beberapa waktu lalu. Sasaran kegiatan adalah membersihkan saluran drainase. Diharapkan bisa meminimalisir terjadinya banjir ketika hujan lebat.

Menurut Mulyadi, kegiatan gotong royong hari ini diikuti oleh sejumlah warga Lingkungan III. Ada beberapa titik lokasi disasar warga untuk dibersihkan saluran drainasenya. Kendati demikian, Mulyadi mengakui kesadaran wargamya untuk bergotong royong masih kurang.

ANDIL KETUA RT
Tidak hanya kesadaran warganya, Mulyadi juga menyayangkan ada sebagian ketua RT yang masih kurang maksimal dalam mensosialisasikan kegiatan gotong royong. Karena masih terdapat warga yang tidak mengetahui ada kegiatan gotong royong di hari ini.

Masih kata Mulyadi, menjadi pamong Kelurahan baik Kepala lingkungan dan Ketua RT adalah sebuah pengabdian. Meski ada sejumlah insentif yang didapat, peran dan tanggungjawab pamong dalam melayani masyarakat cukup besar.

“Untuk Ketua RT yang merasa keberatan dengan tugasnya, sebaiknya di resufle saja,” tandas Mulyadi, saat ditemui dikediamannya.

Ditempat terpisah, Kepala Lingkungan II Imanullah Ali alias Boim mengatakan, warga di lingkungan II hari banyak yang berpatisipasi dalam kegiatan gotong royong hari ini. Ada sejumlah titik disasar warga untuk dibersihkan saluran drainasenya.

Fokus pembersihan drainase adalah di beberapa ruas jalan yang kerap tergenang air ketika hujan lebat. Disebutkan Boim, ada puluhan warga Lingkungan II yang ikut bergotong royong. Senada dengan Mulyadi, Boim juga mengakui masih banyak warganya yang acuh dengan kegiatan gotong royong hari ini.

Dijelaskan Boim, berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengajak warga bergotong royong. Yakni dengan menghimbau para Ketua RT. Bahkan pengumuman adanya kegiatan gotong royong juga disiarkan di 2 masjid terdekat.

Warga lingkungan II yang kebanyakan kaum urban, menjadi faktor utama minimnya keterlibatan warga. Karena sebagian besar warga lingkungannya adalah pedagang. Yang menghabiskan sebagian besar waktunya berniaga di pasar.

BERGILIRAN
Boim menuturkan, kegiatan gotong royong sudah lama menjadi agenda rutin di lingkungannya. Dalam kurun waktu tertentu, dia menginisiasi gotong royong melibatkan warganya. Dengan pola bergiliran, gotong royong digelar warga RT tertentu secara bergantian.

“Kami adakan gotong rutin seminggu sekali. Setiap RT kebagian giliran untuk bergotong royong,” jelas Boim.

PARTISIPASI TINGGI
Suasana berbeda tampak jelas di Lingkungan IV Kelurahan Bandar Jaya Barat. Warga lingkungan setempat, animo untuk ikut kegiatan gotong royong cukup tinggi.

Awak media mengamati, ratusan warga Lingkungan IV berpatisipasi dalam kegiatan gotong royong. Lebih dari 10 titik lokasi, terlihat sekumpulan warga sedang berjibaku membersihkan saluran drainase. Tampak juga beberapa warga membersihkan drainase di depan rumahnya sendirian.

Kepala Lingkungan IV Maryanto mengatakan, antusiasme warganya untuk ikut bergotong royong cukup tinggi. Sasaran gotong royong adalah membersihkan saluran drainase. Hal itu untuk mengatisipasi terjadinya genangan air ketika hujan tiba.

Dijelaskan Maryanto, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana untuk menyatukan warga. Selain itu, keperdulian warga untuk menjaga lingkungan semakin terpupuk. Kerukunan antar warga semakin terjalin erat.

“Harapan saya, dengan adanya kegiatan gotong royong, warga semakin rukun dan merasa peduli akan kebersihan lingkungannya,” ujar Maryanto.

GOTONG ROYONG SERENTAK
Lurah Bandar Jaya Barat Pebri Eka Yanti, S.IP dihubungi via telpone mengatakan, gotong royong hari ini di instruksikan untuk digelar di 5 lingkungan kelurahan setempat. Kegiatan ini merupan respon atas kejadian banjir di Bandar Jaya Barat beberapa waktu lalu.

Menurut Pebri, curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini harus diantisipasi agar tidak menimbulkan banjir. Salah satu upaya pencegahan banjir, dengan cara membersihkan saluran drainase. Karena banyak saluran drainse tidak berfungsi akibat tertimbun oleh sendimen tanah.

Dia mengungkapkan, kegiatan gotong royong pada hari ini cukup memuaskan. Pebri mengapresiasi kegiatan gotong royong warga di Lingkungan IV dan V. Kendati demikian, Pebri juga mengakui kesadaran warga untuk bergotong royong di lingkungan lain masih kurang. Yang disorot adalah warga Lingkungan I, Lingkungan II dan Lingkungan III.

Kurangnya kesadaran warga menurut Pebri, masih menjadi pekerjaan rumah pihaknya. Ditanya apakah para pamong yang menjadi faktor penyebab warga kurang berpatisipasi, Pebri buru-buru menyanggah. Menurutnya Kepala Lingkungan dan Ketua RT sudah maksimal.

Untuk mengatasi kurangnya kesadaran warga untuk bergotong royong, dia berencana akan mengumpulkan para Kepala Lingkungan dan semua Ketua RT untuk mencari solusi bersama.

“Rencananya dalam waktu dekat saya akan mengundang Kaling dan Ketua RT untuk membahas masalah ini,” pungkas Pebri di ujung telpone.

(Willy Dirgantara)