Kementerian PUPR dan Bupati SBD Resmikan Jembatan Lara Dara

Kecamatan Kodi (matarajawali.id)- Dalam rangka memperingati hari bakti ke-76 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersam Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelis Kodi Mete meresmikan Jembatan Lara Ndara di Desa Ana Engge, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat 03/12/2021.

Jembatan Lara Ndara terletak di Desa Ana Engge, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jembatan Lara Ndara ini merupakan salah satu akses alternatif terbaru yang menghubungkan Desa Ana Engge dan Desa Rada Loko serta diapit oleh tiga kecamatan, dimana Kecamatan Kodi, Kecamatan Kodi Bangedo serta Kecamatan Wewewa Selatan.

Dan sebelum acara peresmian jembatan tersebut dimulai, Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi bersama pimpinan Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) bersama Pemerintah Desa Ana Engge, serta masyarakat melakukan penanaman 100 pohon jati Eropa disekitar jembatan tersebut.

Dalam kata sambutan singkat Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete sampaikan bahwa jembatan Lara Ndara telah selesai dan hari ini kita akan meresmikan dalam rangka memperingati hari bakti ke-76 Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) dengan motto, siap siaga membangun Negeri.

” Saya akan perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk segera diprogramkan agar dapat di hotmix, guna mempermudah akses masyarakat,”tutupnya.

Disamping itu juga, selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumba Barat Daya, Welly Woda Lado, ST ketika diwawancarai media ini, dirinya menjelaskan bahwa jembatan Lara Ndara ini dibangun dalam waktu 6 bulan terhitung sejak dari bulan Juni dan selesai diawal bulan Desember dengan menghabiskan dana tujuh (7) miliyar lebih.

Dan hari ini, Jumat 03/11/2021 dalam rangka memperingati hari bakti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke-76, jembatan tersebut sekaligus diresmikan oleh Bupati Sumba Barat Daya,”ujarnya.

Welly juga mengatakan bahwa jembatan ini dibangun tentu saja masyarakat sangat membutuhkan, oleh karena itu, dirinya berharap dan berpesan kepada masyarakat terlebih khusus dua desa, Desa Ana Engge dan Desa Rada Loko, agar ikut memelihara dan menjaganya, karena jembatan ini merupakan milik kita bersama,”tuturnya.

Betul bahwa jembatan ini dibangun oleh pemerintah, tetapi untuk masyarakat, jadi perlu kita menjaga bersama dan memelihara, umunya orang kodi,”tutupnya.

Karena mengingat jalanya masih pekarasan dari rute jembatan lara ndara sampai Lete Loko ada sekitar 5000 Kilometer lebih, dirinya juga sampaikan bahwa ketika jembatannya sudah selesai, tentunya Dinas PUPR akan berpikir untuk aspal/hotmix tetapi tidak di tahun 2022 dengan alasan takutnya jika tidak dimungkinkan untuk dikerjakan, maka yang pastinya pemerintah akan programkan di tahun 2023 untuk diaspal atau hotmix,”pungkasnya.

Selaku Kepala Desa Ana Engge, Gidion Gheda Bokol menyampaikan secara singkat, kami atas nama pemerintah desa setempat siap memanfaatkan infrastruktur yang ada dan sekaligus kami siap merawat.

Juga berterimakasih kepada seluruh stakeholder terutama Bupati dan Wakil Bupati SBD yang telah merespon dan menjawab dari hasil usulan masyarakat, betapa pentingnya masalah infrastruktur supaya daya akses masyarakat itu bisa lancar, apalagi masyarakat dua desa ini merupakan mayoritas petani,”pungkasnya.

Adapun yang terlihat hadir dalam kesempatan itu, pimpinan Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD), Sekretaris Daerah Fransiskus M.Adilalo,S.Sos, Asisten I /Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas PUPR, Welly Woda Lado, ST bersama staf, TNI Polri, Dandim Kodim 1629 Sumba Barat Daya (SBD), Letkol Inf Alfat Denny Andrian bersama staf, Korps Brigade Mobil (Korps Brimob) Kapolsek Kodi, AKP,
Ahmad Sidiq, SH, bersama staf, Camat Kodi, Agustinus Ndara Wala, S,.Pi bersama staf, Pemerintah Desa Ana Engge, Gidion Gheda Bokol bersama perangkat desa, serta Direktur PT. Bumi Indah Melkianus Lubalu bersama istri Sofiyah Wadoe, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, elemen masyarakat umum dan insan pers.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”