Metro(matarajawali.id)- Upaya Pemerintah Kota Metro untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19 membuahkan hasil. Pasalnya, Kota Metro menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang mengalami penurunan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level 2 menjadi level 1.
Dikonfirmasi awak media, Walikota Metro Wahdi membenarkan penurunan level tersebut. Menurutnya, berdasarkan penilaian pemerintah pusat Kota Metro mengalami penurunan PPKM dari level 2 menjadi level 1. Penurunan level ditetapkan berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 54 tahun 2021.
“Jadi penilaian itu satu pada Prokes (Protokol Kesejatan). Yang kedua vaksinasi. Prokes tetap dinilai pada 6 parameter. Diantaranya, jumlah kasus per 100 ribu kita pada level 1. Jumlah perawatan per 100 ribu kita pada level satu. Kemudian jumlah kematian kita juga pada level 1,” terangnya, Selasa (19/10/2021).
Ia mengatakan, penilaian juga dilakukan pada respon atau bagaimana tanggap suatu pemerintah yang dinilai dari positivyrate. Sementara itu, untuk Kota Metro angka positivyrate pada 3 bulan ini berada pada dibawah 5 persen. “Nah ini yang harus kita pertahankan. Yang kita khawatirkan adalah BOR. Maka kita pertahankan juga untuk bed di rumah sakit supaya jangan sampai naik. Untuk saat ini BOR rendah sekali kisaran 3 persen yang dulu pernah 83 persen,” jelasnya.
Tak hanya itu, kata Wahdi, penilaian juga dilakukan pada capaian vaksinasi di Kota Metro. Untuk penilaian level 2 dan 1 angka vaksinasi tahap 1 harus mencapai 70 persen dari sasaran. “Tetapi kalau sudah ditentukan maka yang dilihat vaksin lansianya. Kalau vaksin lansianya pada titik 40 persen, itu dia bertahan di level 2. Tapi kalau dia tidak tercapai dalam 2 minggu, maka bisa turun levelnya. Maka kemarin kita membentuk Gas Vaksin atau Gerakan Aksi Serentak Percepatan Vaksin terutama pada lansia,” paparnya.
Berdasarkan capaian vaksinasi tersebut, lanjutnya, capaian vaksin di Metro cukup tinggi. Ini tentunya berkat upaya yang dilakukan beberapa pihak dalam mengikatkan pencapaian vaksinasi. “Alhamdulillah kalau kita lihat di vaksin.menkes.go.id, kita bisa lihat dan evaluasi terus. Nah ini tentu berkat semua. Gerakan serentak pemerintah, Fokorpimda, Ormas, Orpol dan semuanya,” ujarnya.
Meski demikian, Wahdi mengimbau masyarakat untuk tidak evoria. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetapkan menerapkan protokol kesehatan (Prokes). “Nah kepedulian kita. Yang paling penting sekali, tahan, tahan, tahan jangan evori. Masker yang paling penting. Masker dulu. Kita kejer vaksin kita. Insyaallah vaksin 1 kita sudah sampai hampir 99 persen. Kemudian vaksin 2 kita masuk 48 mendekati 50 persen,” ungkapnya.
Diakuinya, untuk vaksin lansia sebelumnya pihaknya menargetkan sebelum 18 Oktober dapat mencapai 60 persen. Sayangnya target tersebut tidak tercapai. “Harapan kita kemarin kan sebelum tanggal 18 sudah tercapai 60 persen, tapi tidak tercapai. Ini kerja berat kita lagi. Saya kira berikan ke masyarakat, edukasi vaksin itu aman. Kita punya komite medik yang mengevaluasi pemberian jenis vaksin-vaksin itu,” imbaunya.
Sementara itu, untuk kelonggaran yang akan ditetapkan pada penurunan PPKM level 1 tersebut masih akan jadi pembahasan. Rencananya pihaknya akan kembali membahas mengenai kebijakan yang akan ditetapkan. “Ya kalau kita level 1 kan tetap. Nanti kita bahas sesuai Imendagri,” tukasnya. (ars)







