Lampung Tengah (matarajawali.id) – Dampak pandemi Covid-19 dari sisi ekonomi membuat sejumlah kampung di Kabupaten Lampung Tengah menganggarkan dana Bantuan Langsung Tunai (BST) kepada masyarakat. Akibatnya program pembangunan infrastruktur di kampung tersebut sedikit terhambat. Salah satunya adalah Kampung Fajar Asri, Kecamatan Seputih Agung.
Kepala Kampung Fajar Asri Syarifuddin yang ditemui wartawan Selasa (07/09/2021) mengatakan, Kampung Fajar Asri di Tahun Anggaran 2021 mengalokasikan dana BST kepada warga dengan nominal cukup besar. Bantuan itu diberikan kepada 100 kepala keluarga dengan porsi 30 persen dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK).
“Porsi 30 persen itu sudah menjadi ketentuan pemerintah untuk mengurangi dampak perekomian masyarakat akibat pandemi Covid-19,” ujar Syarifuddin.
Diuangkapkan Syarifuddin, Kampung Fajar Asri satu dasawarsa lalu masuk predikat desa tertinggal. Tapi beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan status dan dinyatakan sebagai desa berkembang. Dari sekira 1000 kepala keluarga warga Kampung Fajar Asri, memperoleh penghasilan dari kegiatan pertanian. Selaian ladang padi, singkong dan kencur banyak ditanam oleh warga.
Syarifuddin melanjutkan, karena porsi APBK terfokus kepada penanggulangan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, program pembangunan infrastruktur berkurang jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19 merebak. Kendati demikian, pihaknya tetap menganggarkan sejumlah program pembangunan infrastruktur.
Dia menjelaskan, program pembangunan infrastruktur tahun ini diprioritaskan untuk akses transportasi dari dan menuju lahan perladangan. Dengan tujuan untuk memudahkan warga mengangkut hasil pertanian. Seperti perkerasan jalan menuju perladangan warga, pembangunan talud dan lain sebagainya.
“Semoga saja pandemi ini segera berakhir. Jadi kita semua bisa fokus dengan program pembangunan kampung,” pungkasnya. (Willy Dirgantara)







