Bupati Lamteng Diapresiasi Masyarakat, Terkait Pembangunan Islamic Center

Foto: Bupati Lamteng Diapresiasi Masyarakat, Terkait Pembangunan Islamic Center. (Ist)

Lampung Tengah (matarajawali.id) –Bupati Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad gerak cepat (Gece) dalam pembangunan Islamic Centre di Kabupaten Lampung Tengah. Akselerasi Musa Ahmad itu diapreasiasi oleh elemen masyarakat.

Hari ini, Selasa (24/08/2021) Musa Ahmad bersama sejumlah anggota DPRD Lamteng, meninjau kondisi bangunan Islamic Center yang berada di Kecamatan Gunung Sugih. Islamic Center yg direncanakan menjadi salah satu icon Kabupaten setempat, kondisinya memprihatinkan karena sudah lama terbekalai.

Dilokasi Islamic Center, Musa Ahmad mengungkapkan segera memprogramkan untuk membangun dan menghidupan kembali islamic center tersebut. Mengingat saat ini Lampung Tengah belum memiliki Icon islami.

“Saya berharap nantinya islamic center ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Lampung Tengah,” ucap Musa.

Setelah meninjau Islamic Center, Musa Ahmad bergegas melihat kondisi Puskesmas Gunung Sugih yang baru. Kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, Musa Ahmad berharap nantinya bangunan puskesmas dan aset pemerintah lainnya tersebut bisa dijaga bersama sama sehingga tidak terjadi kerusakan.

Dilokasi terpisah, penggiat masalah sosial kemasyarakatan Kabupaten Lampung Tengah Ahmat Basuri mengapresiasi langkah Bupati Musa untuk mengakselerasi pembangunan infrastuktur di Kabupaten Lamteng.

Dikatakan Ahmat Basuri yang juga ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Kabupaten Lampung Tengah tersebut, masa jabatan pasangan Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya yang hanya 3 tahun mengharuskan mereka berakselerasi lebih cepat dari lazimnya kepala daerah.

Menurut Ahmat Basuri, janji politik di masa kampanye pasangan Musa Ahmad dan Ardito Wijaya untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur menjadi pemikat masyarakat untuk memilih mereka pada saat Pilkada lalu. Untuk membuktikan kinerja mereka, akselerasi menjadi harga yang tidak bisa ditawar.

“Bila perlu 7 hari dalam seminggu, Ahi Musa dan Mas Dito konsisten bekerja untuk mewujudkan harapan masyarakat. Sebab masa 3 tahun ini sangat singkat,” tandas Ahmad Basuri, saat ditemui di Sekretariat LSM GMCTA di Kelurahan Bandar Jaya Timur. (Willy)