Lampung Tengah (matarajawali.id) Ditengah situasi pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir, 2 Kampung di Kecamatan Terbanggi Besar yakni Kampung Indra Putra Subing dan Kampung Adi Jaya memfokuskan kepada program penanggulangan pandemi Covid-19.
Kepala Kampung Indra Putra Subing Tarmizi saat ditemui di Balai Kampung setempat Jum’at (11/06/2021) mengatakan, pandemi virus Covid-19 cukup menyita energi. Kondisi terparah ketika pandemi baru merebak di awal tahun 2020 lalu.
“Waktu itu kami sampai tidak tidur semalaman berkeliling kampung untuk memastikan warga kami tidak ada yang tertular,” kenang Tarmizi.
Dampak pandemi menurut Tarmizi sangat besar. Selain berdampak kepada perekonomian warga, situasi pandemi juga mengharuskan untuk menghindari kerumunan. Pembatasan kegiatan kerumunan, menjadikan aktivitas warga menyesuaikan dengan kondisi terkini.
“Dulu kami sering kumpul-kumpul bareng. Tapi semenjak Covid-19 ini kami hampir tidak pernah kumpul bersama lagi,” ujar Tarmizi.
Dia mengungkapkan, sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) di Kampung Indra Putra Subing terus digalakkan oleh jajaran kampungnya. Setiap hari ada 5 orang yang bertugas di sekretariat Satgas Penanggulangan Covid-19 Kampung setempat. Mereka bertugas bergiliran selama 24 jam penuh.
Satgas dan aparatur kampung Indra Putra Subing juga rutin turun kelapangan untuk mensosialisasikan Prokes benar-benar diterapkan. Setiap kegiatan hajatan warga, pihaknya berkunjung untuk memberi pengertian warga agar mematuhi Prokes yang sudah ditetapkan.
“Sebelum hajatan kami sudah datang. Saat hajatan berlangsung kami juga hadir ke lokasi untuk memastikan Prokes dipatuhi warga,” jelasnya.
Dampak Covid-19 juga diungkapkan Tarmizi, sedikit menghambat program pembangunan infrastruktur kampung. Sebab anjuran dari Pemerintah untuk penanggulangan Covid-19 memotong sebagian anggaran dana kampung.
Dia melanjutkan, untuk tahun ini Kampung Indra Putra Sumbing menggarkan bantuan sosial kepada warga. Bantuan tersebut berupa Bantuan Langsung Tunai dan bantuan berupa paket sembako.
“Untuk tahun ini kami sediakan BLT untuk 30 kepala keluarga. Dan 30 paket sembako untuk 30 kepala keluarga yang berbeda,” tandasnya.
Dengan kondisi yang tidak jauh berbeda, Kampung Adi Jaya Kecamatan Terbanggi Besar juga fokus dalam program penanggulangan Covid-19. Nyaris semua energi aparatur kampung tercurah untuk mencegah mata rantai penyebaran virus, dan penanggulangan dampak perekenomian masyarakat.
Ditempat terpisah, Kepala Kampung Adi Jaya Hartoyo kepada awak media mengatakan program Kampung Adi Jaya terkonsentrasi kepada penanggulangan Pandemi Covid-19. Selain mengupayakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus, aparatur kampung berjuang menanggulangi dampak perekonomian masyarakat.
Sekretaris Kampung Adijaya Zainal mendampingi Kepala Kampung Hartoyo mengungkapkan, Kampung Adi Jaya menganggarkan untuk memberikan bantuan kepada 28 kepala keluarga dikampung setempat. Bantuan tersebut berupa uang tunai kepada warga yang kurang mampu yang langsung di tranfer ke rekening penerima.
Bantuan tersebut diakui Zainal belum bisa memuaskan masyarakat. Keterbatasan dana yang dibagikan, terkadang menimbulkan kecemburan sosial dari warga yang tidak memperoleh bantuan. Kendati demikian, Zainal mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada warga yang diyakini benar-benar membutuhkan.
“Kami sih ingin memberikan bantuan lebih banyak lagi kepada warga. Tapi pemberian bantuan dari anggaran dana desa itu besaran nominalnya ada aturan juknis dari pemerintah,” ujar Hartoyo, dan diamini oleh Sekretaris Kampung Zainal. (Willy Dirgantara)







