Lampung Tengah (matarajawali.id) – Warga masyarakat Kelurahan Bandar Jaya Timur melakukan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jalan yang menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Sabtu (29/05/2021).
Wakil Bupati Lampung Tengah dr. Ardito Wijaya turut meninjau ke lokasi. Tetapi tidak tampak pejabat Dinas Bina Marga yang mendampingi Wakil Bupati.
Kegiatan gotong royong itu diikuti oleh ratusan orang warga dan semua Kepala Lingkungan di Bandar Jaya Timur. Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 wib. Para warga yang hadir membawa alat berupa cangkul atau arit dari rumah masing-masing. Tampak juga satu unit alat berat untuk mempercepat pengerasan jalan.
Kedatangan Wakil Bupati dr. Ardito Wijaya disambut oleh Lurah Bandar Jaya Timur, Taruna, dan segenap Kepala Lingkungan Bandar Jaya Timur. Jajaran pengurus dan anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) turut mendampingi Wakil Bupati berkeliling meninjau lokasi.
Pada kesempatan tersebut, Ardito Wijaya menyampaikan bahwa Bupati Musa Ahmad sebenarnya ingin hadir meninjau lokasi TPU. Sekaligus ingin melihat TPU Kelurahan Bandar Jaya Timur yang dibeli dari uang hasil swadaya masyarakat. Tapi karena ada kegiatan dinas diluar kota, terpaksa Bupati tidak bisa hadir.
Saat berada di lokasi TPU, Wakil Bupati Ardito Wijaya berdiaolog dengan Lurah Bandar Jaya Timur. Ardito mempertayakan status tanah jalan yang menuju lokasi TPS kepada Taruna. “Tanah ini sudah diserahkan kepada Pemda,” ujar Taruna menjawab pertanyaan Wakil Bupati.
Kepada awak media, Wakil Bupati mengatakan komitmen Pemkab Lamteng untuk berupaya membenahi infrastruktur jalan di Lampung Tengah. Dia menuturkan, pembenahan infrasruktur merupakan program unggulan pasangan Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya. Program itu disebut SIJALU, yang merupakan akronim dari “Semua Jalan Mulus”.
Program itu sudah dikonsep sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Setelah pandemi Covid-19 ini, semua daerah terkendala dengan anggaran yang harus juga mengatasi dampak sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk Pemkab Lampung Tengah.
“Kami harus juga memikirkan sektor lainnnya seperti ekonomi dan sosial. Tapi progam utama kami mengenai infrastruktur tetap dijalankan,” ujar Ardito Wijaya.
Untuk diketahui, TPU dimaksud merupakan TPU baru sebagai penganti TPU Taqwa yang lahannya sudah habis. Lokasi TPU berada di Lingkungan V Kelurahan Bandar Jaya Timur. Pemantauan awak media di Lokasi, jalan menuju lokasi TPU lebarnya sekitar 4 meter. Sebagian berupa onderlagh yang, sementara setengahnya lagi masih berupa jalan tanah.
Ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Lampung Tengah, Ahmat Basuri, yang juga berada dilokasi berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bisa bersinergi dengan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur.
Dikatakan Basuri, pejabat yang berkompeten seperti Dinas Bina Marga yang terkait masalah infrastruktur jalan, seharusnya ikut mendampingi Wakil Bupati meninjau ke lokasi. Sayangnya tidak tampak pejabat Dinas Bina Marga yang hadir.
Dilanjutkan Basuri, ketidakhadiran pejabat Dinas Bina Marga sangat disayangkan. Seakan-akan kurang menghargai Wakil Bupati yang datang meninjau ke Lokasi TPU. Padahal yang berkompenten tentang infrastruktur jalan adalah Dinas Bina Marga.
“Infrastruktur jalan merupakan kewenangan Dinas Bina Marga. Kalau Wakil Bupati meninjau lokasi saja pejabat Dinas Bina Marga tidak ada yang datang, artinya Pejabat Dinas Bina Marga kurang peka dengan program ‘SIJALU’ pasangan Musa-Dito. Itu namanya GALLER,” tegas Basuri. (Willy Dirgantara)







