Situbondo(matarajawali.id)- Konflik berkepanjangan antara pemerintah desa dengan masyarakat di Desa Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo yang sudah hampir satu tahun ini belum juga ada Penyelesaian,
Permasalahanya dilantari tidak ada keterbukaan pemerintah desa dan juga tidak ada ketegasan dari pemerintah Kabupaten Situbondo. Lantaran banyak ditemukan penyelewengan anggaran, hingga beberapa kali sudah dilaporkan kepada Inspektorat, kepolisian dan kejaksaan negeri Situbondo, namun sampai sekarang belum ada tindakan yang jelas dari pihak terkait.(29/05/202).
Pantauan Media matarajawali.id di lokasi Musdes.Pada saat acara Musdes dimulai dan timbul beberapa pertanyaan dari para auden, awal mula kericuhan terjadi Ketika perdebatan antara istri Kepala Desa Endang wati sekaligus sebagai Staf di Inspektorat Kabupaten Situbondo, dengan dua orang tokoh Masyarakat di Desa Paowan yaitu H. Mistari dan joniadi. Teriakan dari Utara salah satu warga yang tidak diundang yang bernama Basir dan situasi mulai memanas, selang beberapa menit muncul Ketua LPM Agus Wahid yang Kebetulan tidak di undang pada acara musdes tersebut, dan membuat situasi tambah memanas hingga berujung kericuhan di balai desa setempat pada Jumat malam.( 28/05/2021) 21.40 WIB.
dengan kearogansian beberapa orang yang sengaja membuat situasi yang tidak kondusif, sehingga musdes pembahasan tentang anggaran APBdes terpaksa dihentikan di hawatirkan akan terjadi keributan kembali.
Sementara itu, Saiful Hadi Kepala Desa Paowan tidak bisa menjawab pertanyaan terkait beberapa aset Desa yang dijual dan anggaran masuk sewaktu dipaparkan pada acara PAdes yang berjumlah 41 juta bersumber dari dua aset Desa, yang pertama penjualan Genset senilai 1 juta, yang kedua TKD senilai 40 juta oleh pemdes Paowan.
Sementara itu Bobi bendahara Desa Paowan bahwa tidak ada sama sekali dana pendapatan desa yang masuk ke bendahara atau rekening desa. Setelah dipertanyakan oleh para auden.
Lebih lanjut Bobi menjelaskan, bahwa selama 3 bulan ini rekening desa diminta oleh kepala desa dan Sampai saat ini rekening tidak tahu dimana juga tidak ada penjelasan dari kepala desa paowan. (VIKI/DEDI)




