Tanggamus (matarajawali.id) – Realisasi Anggaran RSUD Batin Mangunang Tahun 2020 diduga bermasalah. (03/05/2021).
Awalnya LSM Jaringan Rakyat (Jarak,) dan beberapa media melakukan konfirmasi terkait realisasi anggaran tahun 2020 di RSUD Batin Mangunang melalui Direktur Dr.Benson kabid perencanaan Mukhlis Kasi Keuangan (Riasti). Beberapa hal dipertanyakan diantaranya:1) Penyediaan jasa kebersihan senilai. Rp1.553.948.169,- 2) Pemeliharaan dan perawatan aset/investasi kantor Rp. 327.173.418,-
3) Penyediaan jasa tenaga pendukung Administrasi/teknis perkantoran Rp. 3.025.630.000,- 4) peningkatan layanan rujukan DAK Reguler bidang kesehatan dan KB. sub bidang pelayanan rujukan dan saring Rp. 7.938.717.723,-.
5) Anggaran Pembelian Kendaraan mobil ambulance Rp. 460,000,000.-
6) pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD RSUD batin mangunang, Rp, 11.640.270.215. Namun pihak RSUD belum bisa memberikan jawaban dengan alasan baru menjabat dan meminta waktu koordinasi dengan pejabat sebelumnya.
Selain itu menurut keterangan Direktur RSUD Batin Mangunang Dr.Benson terkait Pembelian Mobil Ambulance sudah di realisasikan jenis kendaraan mini bus Toyota Innova.
“Untuk realisasi pengadaan mobil sudah ada, itu yang ada di parkiran unitnya,” kata dia
LSM Jarak yang di dampingi Media melakukan chek unit kendaraan di lokasi, tepatnya di parkiran RSUD, terlihat kejanggalan dimana tahun pembelian dengan Plat yang dipasang tidak sesuai.
Kembali kunjungan kedua LSM jarak dan media, Direktur RSUD Batin Mangunang tidak dapat ditemui. Mengutus Ibu Zulyana Bidang Humas. Saat diwawancarai, Ia tidak Tidak dapat memberi keterangan apa-apa dan memberikan sebuah amplop titipan Direktur.
” Direktur tidak ngantor, ada kegiatan yang lain. Beliau berpesan ke saya begitu, cuma ada titipan, kalau ada abang-abang ini datang berikan. Kalau masalah jawaban itu yang tidak tau sama,”jelasnya
Sementara Kabid Perencanan Mukhlisin juga tidak bisa ditemui. Jumat tanggal 30/04/2021 awak kembali media bertemu dengan Mukhlisin Kabid Perencanaan, ibu Riasti Kasi Keuangan, diruang infokes. Namun tidak ada penjelasan terkiat persoalan tersebut.
Jurnalis : Fahmi Y.







