Lampung Tengah (matarajawali.id) – Demi mempermudah pelayanan kepada masyarakat, Kampung Bangun Rejo, Kecamatan Bangun Rejo meluncurkan program yang disebut Kampung Digital. Program yang memanfaatkan tekhnologi informas berbasiskan internet ini, diharapkan bisa menjadi percontohan untuk kampung lainnya.
Sekretaris Kampung Bangun Rejo Sugiyo menuturkan, Program Kampung digital ini mirip dengan Progam Smart Villege yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Lampung. Dengan berbasiskan tekhnologi 4.0, masyarakat dengan mudah mengakses berbagai infomasi seputar kampung dan pelayanan masyarakat tanpa perlu repot keluar rumah. Cukup dengan menggunakan perangkat digital Android maupun personal computer, berbagai pelayanan bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Kalau Program Smart Villege Pemerintah Provinsi Lampung baru diluncurkan tahun ini, kami sudah memulai sejak tahun 2020,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Giyo ini, di Kantor Kepala Kampung Bangun Rejo Senin (19/04/2021).
Sugiyo menjelaskan, Program Kampung Digital merupakan inisiatif Kampung setempat. Ide awalnya bermula karena situasi pandemi yang menuntut masyarakat lebih banyak beraktifitas dirumah. Dengan memanfaatkan tehnologi, sejumlah pelayanan masyarakat yang biasanya harus dilakukan di Kantor Kepala Kampung sekarang sudah bisa diakses melalui internet.
Pelayanan dimaksud antara lain, pembuatan Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Tidak Mampu, dan sejumlah pelayanan masyarakat lainnya. Semua tersistem dalam web site bangunrejo.opendesa.id. Dalam web site tersebut juga banyak tedapat informasi yang bisa diakses oleh khalayak umum. Seperti profil desa, informasi dana desa, dan program kerja Kampung Bangun Rejo. “Ada juga berita seputar kampung yang bisa dibuka oleh siapapun,” terang Sugiyo.
Sugiyo melanjutkan, dalam web site bangunrejo.opendesa.id terdapat database seluruh warga kampung. Tiap-tiap warga bisa mengakses pelayanan kampung dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dilengkapi pasword. Database itu juga terkoneksi dengan Program Smart Villege yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Lampung, dan terkoneksi dengan database Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Sebanyak 2.400 lebih Kepala Keluarga di Kampung Bangun Rejo sudah terinput dalam sistem.
“Kami punya server sendiri, dan ada 7 orang yang bekerjasama mengelola program ini dengan masing-masing tugas yang berbeda,” ujarnya.
Website milik Kampung bangun Rejo itu cukup interaktif. Terdapat banyak menu yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Bahkan profil Kampung ditampilkan dengan detail seperti topografi kampung, demografi kampung, visi dan misi kampung dan berita seputar kampung. Kecuali pelayanan masyarakat yang berkaitan dengan pembuatan surat menyurat yang bisa diakses oleh warga kampung setempat.
Menurut Sugiyo, saat ini sedang dipersiapkan sebuah aplikasi yang bisa di unduh di Playstore. Dengan aplikasi itu nantinya mempermudah warga mengakses pelayanan kampung hanya melalui telphone seluler yang berbasiskan android.
“Rencana kami louncing awal bulan maret ini. Kendalanya adalah tempat penyelenggaraan masih dipertimbangkan lokasinya,” tutupnya. (Willy Dirgantara)







