METRO (matarajawali.id)- Sehari datangnya bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, sejumlah kebutuhan pangan seperti sembako di Kota Metro merangkak naik.
Disejumlah pasar tradisional di Kota Metro, lonjakan harga terjadi pada komoditi cabai, baik cabai rawit maupun kriting. Selain itu, Komuditi bawang, dan daging ayam potong juga mengalami kenaikan.
Salah seorang pedagang di pasar pagi tradisional Kopindo, Supriyadi (36) mengungkapkan, harga cabe rawit dan merah keriting tidak mengalami penurunan selama tiga bulan terakhir.
“Kalau cabai merah keriting dan cabe rawit sudah cukup lama naik, sejak bulan Januari lalu, sampai sekarang malah naik terus perhari. Sedangkan telur ayam ras tidak stabil harga naik turun setiap minggunya,” kata dia (13/4/2021).
Ia menuturkan, harga jual cabai merah keriting yang sebelumnya hanya Rp. 30 Ribu perkilogram, kini mencapai harga Rp. 50 Ribu perkilogram
“Untuk cabai rawit biasa dijual Rp. 45 ribu, sekarang menjadi Rp60 ribu perkilo. Kalau bawang putih kating dijual Rp. 30 ribu perkilo dari biasanya cuma Rp24 ribu,” jelasnya.
Sementara pedagang lain di pasar tradisional Margorejo, Metro Selatan mengatakan, memasuki bulan ramadhan harga daging dijual Rp. 35 Ribu dari biasanya hanya Rp. 30 Ribu perkilogram.
“Daging ayam Rp. 35 ribu perkilo, kalau biasanya Rp. 30 Ribu. Kalau bawang merah brebes jual Rp. 23 ribu dari biasanya Rp. 20 ribu perkilo,” kata Lasmini (54).
Seorang warga yang belanja di pasar Tradisional Tejoagung Metro Timur juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya hanya daging sapi yang harganya masih stabil.
“Kalau daging sapi masih tetap Rp. 120 Ribu perkilogram. Kemungkinan lonjakan bahan pokok sembako akan terus berlangsung ya sampai menjelang hari raya idul Fitri nanti. Harapan kami Pemkot Metro dapat melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga sembako menjadi normal,” ucap Novita Anggraini (28) warga Kel. Iringmulyo, Kec. Metro Timur. (ars)






