Metro (matarajawali.id) — Sampah plastik merupakan sampah yang tidak dapat terurai dalam waktu dekat.
Selain menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir, sampah juga kerap dijadikan alasan oleh manusia akan gangguan kesehatan bagi metabolisme tubuh.
Banyaknya bakteri yang menempel di setiap kemasan botol mineral, jajanan anak-anak dan sampah lainnya jika di buang secara sembarangan itu yang dapat menyebabkan kuman dan bakteri yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.
Penguraian sampah juga perlu di terapkan oleh masyarakat jika ingin lingkungan tempat tinggal menjadi ramah dan sehat.
Dibalik momok mengerikannya sampah plastik tersebut, Zaenal Abidin (35) warga Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur menjadikan sampah plastik menjadi mata pencarian utama yang dia geluti.
“Semua sampah memang identik dengan kuman dan bakteri. Namun bagi saya, sampah merupakan penghasil rupiah terbesar bagi saya. Khususnya sampah plastik yang memang dapat di daur ulang lagi,” kata Zaenal yang juga pendiri Bank Sampah Wijaya Kusuma Tejo Agung saat di temui di kediaman, Minggu, 07 Maret 2021.
Bank sampah yang Zaenal tekuni dapat menerima empat hingga lima kuintal sampah plastik dalam sehari. Sampah plastik yang dia terima dijadikan cacahan plastik yang nantinya akan di buat menjadi biji plastik oleh perusahaan daur ulang.
“Iya, nanti berbagai macam plastik akan kami pisahkan lagi jenisnya, karena setiap jenis itu berbeda-beda harganya. Untuk jenis plastik sendiri kurang lebih ada 30 jenis yang nantinya akan di daur ulang,” tambahnya.
Menurutnya, jenis plastik yang harga jualnya sangat tinggi adalah bekas plastik air mineral. Dalam satu kilonya, dia menjual dengan harga Rp14.000 jika sudah dijadikan cacahan plastik. Sementara yang dia tampung saat ini lebih dari 10 jenis plastik yang sudah siap di jual.
Untuk mekanismenya, dia memberdayakan masyarakat sekitar yang merupakan penadah ataupun pengepul rongsok plastik. Ada juga dari tim kuning (Petugas Kebersihan) yang memang mengambil sampah dari masyarakat Kota Metro dan langsung di pilah pada saat melakukan tugas.
“Saya menerima dari rongsokan itu. Ada juga tim kuning yang menjual hasil pencariannya setiap hari,” ujarnya.
Sementara untuk penjualan cacahan plastik, dia sudah bekerjasama dengan perusahaan biji plastik. Tak sulit, dia hanya melakukan penyortiran jenis dan melakuan pencacahan terhadap sampah plastik.
“Jadi, setelah di pisahkan nanti di cacah sekaligus di cuci. Setelah itu di jemur hingga kering dan bersih selama tiga atau empat hari tergantung cuaca baru bisa di jual. Untuk jual nya juga tidak susah, jika sudah banyak dengan minimal dua ton cacahan plastik saya tinggal telpon saja. Nanti langsung di ambil,” kata dia.
Sementara untuk penjualan dalam satu bulan, dia dapat menjual empat sampai lima kali. Itu juga tergantung dengan cuaca. Jika musim penghujan, Zaenal dapat mengirimkan dua kali atau delapan ton cacahan plastik dalam satu bulan. (ars)






