METRO (matarajawali.id) – Komisi II DPRD Kota Metro meminta penyuluhan pencegahan dan penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) lebih intensif dilakukan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Fahmi Anwar mengatakan, DBD merupakan penyakit yang serius karena bisa menyebabkan meninggal dunia jika korban terlambat ditangani. Karenanya, upaya pencegahan perlu disosialisasikan.
“Jadi jangan sampai kita fokus pada Covid-19, tapi penyakit-penyakit musiman lainnya itu terlupakan. Dan tidak hanya sosialisasi pencegahan, tapi bagaimana penanggulangan saat seseorang terkena DBD itu juga perlu digaungkan,” bebernya, Kamis (19/2).
Pasalnya, terus Fahmi, salah satu obat efektif menyembuhkan DBD adalah meningkatkan dengan daya tahan tubuh. Dengan demikian, masa inkubasi juga perlu disosialisasikan agar tidak terjadi salah pengertian hingga penanganan yang bisa berakibat fatal.
“Kita minta ada langkah cepat untuk mengantisipasi efek fatal yang menyebabkan meninggal dunia. Karena tidak sedikit masyarakat yang masih awam membedakan DBD dengan penyakit demam biasa. Ditambah lagi sekarang ada covid,” imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk lebih banyak dalam memberikan informasi terkait pencegahan dan penanganan kepada masyarakat setempat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro beberapa waktu lalu telah menerjunkan tim jumantik (juru pemantau jentik) untuk memutus mata rantai penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Bumi Sai Wawai.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti menjelaskan, untuk menyikapi cuaca musim penghujan diharapkan masyarakat lebih waspada dengan DBD. Kemudian melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan melaksanakan 5M. (ars)







