SITUBONDO (Matarajawali.id)– Proyek pembangunan tenda payung Pujasera alun-alun Kabupaten Situbondo ambruk karena tidak mampu menampung air hujan diatas tenda.
Padahal, proyek Pemkab Situbondo dengan anggaran kurang lebih Rp. 1,2 milliyar ini, masih seumur jagung dan bahkan belum diresmikan.
Salah satu saksi mata, Dayat menjelaskan, saat kejadian masih banyak para pedagang yang masih berjualan. Salah pedagang bahkan nyaris tertimpa tiang tenda.
“Waduh kagetnya minta ampun. Tadi tenda pas ambruk ada salah satu pedagang hampir saja terkena ambruknya tiang tenda untung saja menghindar tapi air diatas tenda jatuh ke dagangannya kasihan mas,” kata dia, Selasa (9/2).
Dikatakanya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tapi kerugian pedagang warung Suramadu yang tertimpa air mengakibatkan daganganya basah dan rusak.
“Kasihan mas kalau tidak salah kerugiannya Rp. 1 jutaan. Tapi untung tidak ada korban jiwa,” paparnya.
Saksi lainya, Mamat penjual kaset VCD di Pujasera alun–alun juga menuturkan, semenjak adanya bangunan tenda payung ini, Pujasera alun-alun sering mengalami banjir. Sebab, saluran pembuangan air tidak berfungsi.
“Bapak lihat sendiri tadi pas hujan saluran air tidak bisa berfungsi. Semenjak ada bangunan ini Pujasera Alun – alun sering sekali tergenang air,” sesalnya.
Kondisi ini membuat Paguyuban Pujasera alun-alun Jaya Mandiri geram. Salah satu anggota paguyuban, Muhammad Mahmut menyesalkan ambruknya tenda payung Pujasera alun-alun. Sebab, proyek tersebut belum genap berumur tiga bulan.
“Ini bangunan belum diresmikan sudah ambruk. Aggarannya kurang lebih Rp. 1,2 milliyar gimana toh. Untung saja tidak ada korban,” ketusnya. (Viki)







