Plt Bupati Situbondo, Gagal Menjadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19

SITUBONDO (Matarajawali.id) – Plt Bupati Situbondo, Jawa Timur, Yoyok Mulyadi gagal menjadi orang pertama yang mendapat vaksin Covid-19 jenis Sinovac. Hal ini, lantaran bupati memiliki riwayat operasi ginjal.

Tak hanya bupati, Sekda Kabupaten Situbondo, Syaifullah dan Ketua KONI, Reno Wigdigyo juga gagal mendapatkan vaksin karena tidak memenuhi syarat saat dilakukan proses skrining oleh petugas kesehatan. Keduanya, memiliki tekanan darah tinggi.

“Saya punya riwayat operasi ginjal, meski hasil skrining semuanya normal dan baik – baik saja. Jadi bukan tidak jadi disuntik vaksin melainkan ditunda sampai menunggu rekomendasi dari tim medis,” kata Yoyok, di RSU dr. Abdoer Rahem, Rabu (27/1).

Dikatakanya, bahwa dari delapan Fokorpimda yang pertama disuntik vaksin adalah Kapolres Situbondo dan Komandan Kodim Situbondo.

“Dari delapan orang yang lolos disuntik adalah bapak Kapolres Situbondo AKBP Achmad Imam Rifai dan Bapak Dandim 0823/Situbondo Letkol Inf Neggy Kuntagina. Sebagai urutan pertama yang dilakukan suntikan vaksin Covid-19 adalah bapak Kapolres Situbondo,” paparnya.

Yoyok menghimbau masyarakat Situbondo jangan ragu untuk melakukan vaksinasi. Sebab, vaksin Covid-19 jenis Sinovac sudah menadapatkan label aman dan halal dari MUI serta mendapat izin dari BPOM.

“Masyarakat jangan ragu vaksin ini sudah aman dan halal dari MUI serta mendapat izin dari BPOM,” imbuhnya.

Sekda Situbondo, Syaifullah mengatakan, total yang akan diberikan vaksin di Kabupaten Situbondo yaitu 403.400 orang.

“Saat ini ada vaksin 3000 vial di Kabupaten Situbondo. Dan ini 11 vaksin pertama yang dilakukan dari total vaksin untuk 403.400 orang, dan semuanya geratis,” katanya.

Sedangkan, masyarakat Situbondo berharap jika ada yang memiliki riwayat penyakit agar tidak dipaksakan untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

“Kalau itu alasannya iya semoga bukan untuk para penjabat saja, kalau rakyat kecil ada yang memiliki riwayat penyakit yang membuat tidak dapat divaksin tolong jangan sampai dipaksakan peraturan ini bukan untuk pejabat saja melainkan juga untuk rakyat kecil juga,” kata Dedi salah satu warga Situbondo. (Viki)

BAGIKAN